Bola / Bola Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:00 WIB
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menolak pujian prematur jelang duel kontra Prancis di perempat final Piala Dunia 2026. Targetnya hanya satu: juara dunia. [Dok. IG equipedumaroc]
Baca 10 detik
  • Pelatih Mohamed Ouahbi meminta skuad Maroko tetap fokus dan menolak pujian berlebihan sebelum turnamen Piala Dunia 2026 berakhir.
  • Maroko dijadwalkan menghadapi Prancis dalam babak perempat final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di kota Boston nanti.
  • Ouahbi menargetkan trofi juara sebagai pencapaian utama dan menuntut anak asuhnya tampil maksimal tanpa rasa puas sedikitpun.

Suara.com - Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, mengirimkan pesan tegas kepada publik dan dunia agar berhenti memberikan pujian berlebihan kepada timnya saat ini.

Ouahbi menegaskan skuad Singa Atlas sama sekali tidak tertarik dengan apresiasi prematur meski Maroko berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.

Baginya, segala bentuk evaluasi dan perayaan keberhasilan baru layak dilakukan setelah seluruh rangkaian turnamen di Amerika Utara berakhir.

Maroko kini bersiap menghadapi tim raksasa Prancis dalam laga perempat final yang sekaligus menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.

Berbeda dengan status sebagai "tim kejutan" empat tahun lalu, Maroko kini datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu penantang gelar.

Mohamed Ouahbi Tolak Label Kuda Hitam

Ilustrasi Laga Prancis vs Maroko Perempat final Piala Dunia 2026 (ChatGPT)

"Kami akan melakukan evaluasi di akhir turnamen nanti," tegas Mohamed Ouahbi dalam konferensi pers, Rabu waktu setempat.

Ouahbi secara terang-terangan meminta anak asuhnya menutup telinga dari segala sanjungan yang menyebut performa mereka sudah luar biasa.

"Saya tidak akan mengatakan apa pun sekarang karena kami bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak lagi," tambahnya.

Baca Juga: Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko

Pelatih berusia 53 tahun itu juga menolak anggapan bahwa keberhasilan Maroko mencapai babak delapan besar merupakan sebuah bonus.

"Saya tidak suka perasaan 'kita telah melakukannya dengan baik untuk sampai ke sini dan sisanya adalah bonus'. Tidak, bonus yang sebenarnya adalah memenangkan Piala Dunia," ujar Ouahbi.

Filosofi pantang puas itulah yang menjadi bahan bakar Maroko untuk terus melangkah lebih jauh dan menantang dominasi negara-negara besar.

Waspadai Ancaman Prancis

Prancis melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Paraguay dengan susah payah.

Kylian Mbappe tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan Maroko setelah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen.

Load More