- Argentina mengalahkan Mesir 3-2 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang diwarnai ketegangan.
- Pelatih Mesir Hossam Hassan menunjukkan gestur menyilangkan tangan sebagai tuduhan rasisme kepada Lionel Messi saat kericuhan.
- Situasi memuncak di bangku cadangan Mesir akibat protes keras terhadap wasit setelah tim mereka tersingkir dramatis.
Suara.com - Laga dramatis Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan kontroversi panas.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan menyilangkan kedua tangannya, tanda yang mengecam rasisme saat berkonfrontasi dengan Lionel Messi.
Insiden terjadi usai kemenangan comeback Argentina 3-2 atas Mesir.
Suasana di bangku cadangan tim Afrika memanas, dengan sejumlah staf dan pemain melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit.
Menurut laporan TycSport, dalam rekaman video yang beredar, terlihat Messi mendekat ke arah bangku cadangan Mesir dengan gestur bertanya.
Namun, situasi justru memanas ketika Hossam Hassan merespons dengan gerakan tangan menyilang, sebuah simbol yang kerap digunakan untuk menandakan laporan tindakan rasisme.
Momen tersebut terjadi di tengah kericuhan di sisi lapangan.
Beberapa anggota tim Mesir terlihat berusaha menenangkan situasi, sementara yang lain terus melayangkan protes kepada ofisial pertandingan.
Saudara kembar Hossam, Ibrahim Hassan yang juga menjabat asisten pelatih, turut terlihat aktif melakukan gestur protes.
Baca Juga: Adu Taktik Deschamps vs Mohamed Ouahbi, Mampukah Prancis Redam Ambisi Balas Dendam Maroko?
Ketegangan meningkat seiring emosi yang memuncak setelah Mesir gagal mempertahankan keunggulan dan tersingkir secara dramatis.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak wasit terkait gestur tudingan tersebut.
Tidak jelas pula apakah laporan rasisme itu dicatat secara formal dalam laporan pertandingan.
Berita Terkait
-
Adu Taktik Deschamps vs Mohamed Ouahbi, Mampukah Prancis Redam Ambisi Balas Dendam Maroko?
-
Siapa Lebih Hebat Lionel Messi atau Diego Maradona? Batistuta Sampai Bingung Milih
-
Jorge Jesus Selangkah Lagi Latih Portugal, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Legenda Prancis Sebut Permainan Brasil di Piala Dunia 2026 Bikin Muntah
-
Justin Bieber hingga BTS Siap Guncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan