-
Kylian Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan koleksi 22 gol.
-
Rekor baru tersebut gagal mengobati kekecewaan Mbappe karena Prancis gagal menembus babak final.
-
Posisi Mbappe masih bisa disalip oleh Lionel Messi yang akan bertanding di final.
Suara.com - Drama perebutan tempat ketiga di Stadion Miami berakhir dengan skor menyakitkan 4 - 6 untuk kemenangan Inggris.
Namun bagi Kylian Mbappe, pencapaian individu yang luar biasa ini sama sekali tidak bisa menghapus luka kegagalan menuju partai puncak.
"Saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah bila itu berarti bisa bermain di final besok. Ini bagus untuk warisan karier saya, tetapi saat ini itu bukan hal pertama yang ada di pikiran saya," kata Mbappe setelah pertandingan seperti dikutip Fabrizio Romano.
Koleksi gol bomber Real Madrid tersebut kini menyentuh angka 22 gol di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Catatan fantastis ini sekaligus melampaui rekor sang maestro Argentina, Lionel Messi, yang mengantongi 21 gol.
Kendati demikian, posisi Mbappe masih sangat rawan digeser kembali oleh megabintang tersebut.
Messi berpeluang menambah pundi-pundi golnya saat memimpin Argentina melawan Spanyol di laga final.
Ketajaman Mbappe terbilang sangat mengerikan karena ia mengemas 22 gol hanya dari 22 penampilan saja.
Jejak emasnya dimulai lewat empat gol pada 2018, delapan gol pada 2022, dan ledakan sepuluh gol pada edisi 2026 ini.
Baca Juga: Badai Petir Terjang New York Jelang Final Piala Dunia 2026
Tambahan pundi gol di Amerika Serikat ini juga memantapkan posisi Mbappe dalam perburuan Sepatu Emas turnamen.
Ia kini memimpin dua gol di atas Messi yang masih menyisakan satu pertandingan penentu di partai puncak.
"Saya yakin Messi akan mencetak gol besok. Saya hanya berusaha membantu tim saya menang. Ketika Anda mencetak banyak gol di Piala Dunia, itu menempatkan Anda dalam kategori tertentu," ujar Mbappe.
Langkah Prancis menuju final Piala Dunia 2026 sebelumnya dijegal oleh Spanyol dengan kekalahan dua gol tanpa balas.
Kegagalan di semifinal tersebut menjadi pukulan telak bagi ambisi Les Bleus untuk kembali merajai sepak bola dunia.
Pertempuran pamungkas antara Argentina dan Spanyol sendiri dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari WIB di Stadion Miami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan