Bola / Bola Dunia
Minggu, 19 Juli 2026 | 10:15 WIB
Michael Olise diharapkan menggilan oleh pelatih Prancis usai bikin hattrick lawan Irlandia Utara. (Instagram/@m.olise)
Baca 10 detik
  • Michael Olise resmi memecahkan rekor enam asis milik Pele sejak Piala Dunia 1970.

  • Rekor bersejarah tujuh asis tersebut tercipta saat Prancis tumbang 4-6 dari Inggris.

  • Olise menobatkan diri sebagai raja asis turnamen mengungguli Mbappe dan Bruno Guimaraes.

Suara.com - Gelandang timnas Prancis Michael Olise sukses mengukir tinta emas dengan menumbangkan rekor asis terlama milik legenda Brasil, Pele. Catatan bersejarah ini lahir di tengah kegagalan Prancis mengamankan medali perunggu turnamen.

Pilar Les Bleus tersebut menuntaskan kompetisi akbar ini dengan status sebagai kreator gol tersubur sepanjang sejarah. Efektivitas tinggi sang pemain di atas lapangan menjadi pembeda nyata di skuad asuhan Didier Deschamps.

Sensasi besar ini tercipta ketika Prancis dipaksa menyerah dengan skor dramatis 4-6 dari Inggris. Olise yang turun dari bangku cadangan langsung memberikan impak instan lewat umpan matang kepada Kylian Mbappe.

Ronny Pasla dan Pele (Istimewa)

Satu umpan kunci di laga pemungkas tersebut menggenapkan torehan pribadinya menjadi tujuh asis. Rapor impresif ini menempatkan sang gelandang berumur 24 tahun di puncak daftar kreator turnamen.

Jarak performa Olise dengan para gelandang elit dunia lainnya terbilang sangat mencolok. Pesaing terdekatnya seperti Bruno Guimaraes hingga Martin Odegaard hanya mampu mengemas empat umpan gol.

Keberhasilan mengoleksi tujuh umpan berbuah gol otomatis menghapus rekor emas yang bertahan 56 tahun. Sebelumnya, mendiang Pele memegang rekor tersebut dengan enam asis saat membawa Selecao juara pada 1970.

Ketajaman visi bermain Olise kini menjadi standar baru dalam panggung sepak bola modern. Pencapaian personal ini sekaligus menjadi pelipur lara bagi kegagalan kolektif tim ayam jantan.

Prancis sendiri harus menyudahi perjalanan mereka di posisi keempat pada edisi kali ini. Namun, sorotan utama dunia tetap tertuju pada efisiensi performa sang dirigen lini tengah.

Pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris sebenarnya berlangsung sangat sengit sejak awal. Keputusan tim pelatih memasukkan Olise terbukti mengubah dinamika serangan tim secara signifikan.

Baca Juga: Resmi! Madonna, BTS, hingga Justin Bieber Bakal Guncang Panggung Final Piala Dunia 2026

Mantan penggawa Bayern Munchen tersebut menggantikan posisi Rayan Cherki sesaat setelah turun minum. Perubahan taktik ini langsung membuahkan hasil lewat skema serangan balik yang mematikan.

Piala Dunia 2026 memang melahirkan banyak kejutan taktis dari tim-tim besar Eropa. Persaingan ketat di papan atas pencetak asis menunjukkan tingginya intensitas kreativitas permainan saat ini.

Nama-nama besar seperti Brahim Diaz dan rekan setim Olise, Kylian Mbappe, tertahan di angka empat asis. Hal ini menegaskan betapa istimewanya lonjakan performa yang ditunjukkan oleh Olise.

Sejarah mencatat bahwa sangat jarang seorang pemain pengganti mampu memecahkan rekor global. Olise mendobrak keterbatasan menit bermain tersebut dengan kualitas operan yang sangat presisi.

Kini dunia sepak bola memiliki acuan baru untuk peran seorang playmaker modern. Konsistensi performa sang gelandang diyakini akan menjadi fondasi masa depan tim nasional Prancis.

Turnamen edisi kali ini resmi ditutup Olise dengan sebuah legasi yang sangat sulit ditandingi. Namanya kini bersanding dengan para legenda terbesar sepak bola dunia.

Load More