- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji kualitas Lionel Messi menjelang laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium.
- Trump menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026 bersama sejumlah pemimpin dunia dan tetap bersikap netral terhadap tim.
- Turnamen Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim ini dinilai Trump sebagai ajang olahraga paling sukses dalam sejarah.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pujian kepada Lionel Messi beberapa saat sebelum kick off final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina.
menegaskan tidak memiliki tim favorit, namun mengakui kualitas Messi yang sulit ditandingi.
Berbicara menjelang laga di MetLife Stadium, Trump menyebut kapten Argentina itu sebagai pemain yang tak bisa diremehkan.
“Saya tidak akan memilih favorit. Tapi sulit untuk bertaruh melawan Messi,” ujarnya dinukil dari Infobae.
Trump bahkan menyebut Messi sebagai sosok besar dalam dunia sepak bola. “Dia hebat,” katanya singkat.
Meski memberi pujian, Trump tetap menjaga posisi netral dalam laga puncak ini. Ia tidak secara terbuka mendukung Argentina maupun Spanyol.
Kehadiran Trump di stadion menjadi sorotan tersendiri.
Donald Trump datang bersama Ibu Negara Melania Trump dan duduk di tribun VIP bersama Presiden FIFA Gianni Infantino.
Sejumlah pemimpin dunia turut hadir menyaksikan laga final.
Baca Juga: Alasan FIFA Tunjuk Wasit Kontroversial Slavko Vincic di Final Piala Dunia 2026
Di antaranya Raja Spanyol Felipe VI, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Final Piala Dunia 2026 menjadi penutup turnamen terbesar dalam sejarah, yang diikuti 48 tim dan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Lebih dari 80 ribu penonton memadati stadion untuk menyaksikan duel dua raksasa sepak bola dunia.
Trump sebelumnya juga memuji penyelenggaraan turnamen tersebut.
Trump menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu ajang olahraga paling sukses yang pernah digelar di Amerika Serikat.
“Ini mungkin acara olahraga paling sukses dalam sejarah. Luar biasa,” ujarnya dalam sebuah acara resmi FIFA di New York.
Berita Terkait
-
Alasan FIFA Tunjuk Wasit Kontroversial Slavko Vincic di Final Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Juara Bakal Diguyur Rp800 Miliar
-
Kekacauan Final Piala Dunia 2026: Fans Argentina Nekat Nyebrang Jalan Tol karena Banjir
-
Dukung Free Palestina, Kiper Spanyol Ogah Jabat Tangan Trump Usai Final Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026: Jersey Spesial Argentina, Messi Kenakan Patch Legacy
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Prabowo Akui Gaji Guru Kurang, Lapangan Kerja Sedikit
-
Ledakan Dahsyat di Medan: 5 Rumah Mewah Rusak Parah, Mobil Tertimpa
-
Gerindra Minta Hotman Setop Giring Opini, Tegaskan Presiden Prabowo Tak Intervensi Hukum
-
Demo Desak Febrie Adriansyah Diwarnai Aksi Saling Dorong, Mahasiswa Nyaris Pingsan
-
Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta
-
'Awas Jangan Menakuti Rakyat', DPR Soroti Rencana Babinsa Ikut Awasi Pajak
-
Intip Fasilitas dan Tarif Menginap di The Ululani Bali, Lokasi Syuting Sinetron Terikat Janji
-
Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar
-
Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'
-
Masih Ada Praktik Jual Seragam, Disdikpora DIY Tegaskan Sekolah Negeri Tak Boleh Berbisnis