Bola / Bola Dunia
Senin, 20 Juli 2026 | 09:48 WIB
Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 usai membawa Spanyol juara. Bek 19 tahun itu mengungguli Lamine Yamal. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Pau Cubarsi meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 setelah mengantar Spanyol menjuarai turnamen di Amerika Serikat.
  • Cubarsi terpilih karena konsistensinya tampil selama 750 menit dan menjaga pertahanan Spanyol hingga hanya kebobolan satu gol.
  • Prestasi tersebut melampaui rekan setimnya, Lamine Yamal, berkat catatan kedisiplinan dan kontribusi umpan akurat dalam seluruh pertandingan tim.

Suara.com - Pau Cubarsi sukses mencuri perhatian dengan menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 setelah mengantarkan Timnas Spanyol menjadi juara.

Keberhasilan bek tengah jebolan akademi La Masia itu mematahkan prediksi yang sebelumnya lebih menjagokan rekannya, Lamine Yamal, untuk meraih penghargaan individu tersebut.

Ketangguhan mental dan konsistensinya di lini pertahanan membuat Cubarsi dinilai paling layak menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Berdasarkan laporan Antara, pemain berusia 19 tahun itu menjadi satu-satunya pemain muda yang tampil penuh dalam setiap pertandingan Timnas Spanyol.

Bek Barcelona tersebut mencatatkan total 750 menit bermain hingga partai final melawan Argentina yang dimenangkan Spanyol 1-0 di MetLife Stadium, New Jersey.

Ungguli Lamine Yamal Berkat Konsistensi

Lamine Yamal dengan trofi Piala Dunia 2026 (Instagram.com/fifaworldcup)

Durasi bermain menjadi salah satu faktor yang membuat panel teknis FIFA memilih Pau Cubarsi dibandingkan Lamine Yamal.

Cubarsi mengoleksi 750 menit bermain sepanjang turnamen, sedangkan Yamal tampil selama 615 menit dengan sumbangan satu gol dan satu assist.

Kontribusi Cubarsi juga terlihat dari solidnya lini belakang Spanyol yang mencatatkan rekor pertahanan terbaik sepanjang turnamen.

Baca Juga: Donald Trump dan Presiden FIFA Dicemooh Suporter Saat Penyerahan Trofi Piala Dunia 2026

La Roja hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan, sekaligus menjadi tim juara dengan jumlah kebobolan paling sedikit dalam sejarah Piala Dunia.

Pilar Utama Lini Belakang Spanyol

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol terjadi pada babak perempat final saat menghadapi Belgia.

Pada tujuh pertandingan lainnya, Cubarsi membantu timnya mencatatkan clean sheet.

Meski berposisi sebagai bek tengah, Cubarsi juga menunjukkan kedisiplinan tinggi dengan hanya menerima satu kartu kuning sepanjang turnamen.

Kemampuannya membangun serangan dari lini belakang menjadi nilai tambah. Ia tercatat memimpin statistik umpan antarlini di skuad Spanyol dengan 173 operan sukses.

Load More