Bola / Bola Dunia
Senin, 20 Juli 2026 | 08:57 WIB
Luis de la Fuente memuji aksi gemilang Emiliano Martinez yang membuat Spanyol baru menang 1-0 atas Argentina di final Piala Dunia 2026 lewat babak tambahan. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Spanyol berhasil meraih gelar juara dunia kedua setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di Stadion MetLife.
  • Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres pada babak tambahan waktu setelah sempat kesulitan menembus pertahanan Argentina.
  • Keberhasilan ini mengukuhkan dominasi Spanyol di kancah sepak bola dunia sekaligus mengakhiri status Argentina sebagai juara bertahan.

Suara.com - Spanyol sukses mengunci gelar juara dunia kedua setelah menundukkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife.

Meski tampil dominan sejak menit pertama, La Roja baru mampu memastikan kemenangan 1-0 lewat gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu.

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menilai timnya seharusnya sudah bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat jika bukan karena penampilan gemilang kiper Argentina, Emiliano Martinez.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini yang telah tumbuh bersama gagasan tersebut, menyempurnakannya, serta memberikan contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga," ujar De la Fuente dikutip dari Antara.

Mengutip laman resmi FIFA, pelatih berusia 65 tahun itu mengaku emosional melihat perjalanan panjang timnya hingga berhasil menjadi juara dunia.

Emiliano Martinez Jadi Penghalang Spanyol

10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir

Spanyol menciptakan banyak peluang melalui penguasaan bola dan serangan cepat sepanjang pertandingan.

Namun, Emiliano Martinez tampil impresif di bawah mistar gawang Argentina dengan menggagalkan sejumlah peluang emas La Roja.

Refleks cepat kiper yang akrab disapa Dibu itu membuat para pemain Spanyol berkali-kali gagal mencetak gol.

Baca Juga: Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia

De la Fuente pun mengakui bahwa penampilan Martinez menjadi alasan utama timnya tidak bisa mengakhiri laga lebih cepat.

"Penyelamatan gemilang Dibu (Emi Martinez) mencegah kami menang lebih awal, tetapi ini adalah final Piala Dunia dan, bahkan saat lawan bermain dengan sepuluh pemain di akhir laga, Anda tetap harus menderita," ujar De la Fuente.

Dominasi Spanyol Berbuah Gelar Juara

Secara statistik, Spanyol menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal.

Sebaliknya, Argentina kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memberikan ancaman berarti.

Lionel Messi dan kolega bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang yang dikawal Unai Simon sepanjang pertandingan.

Load More