- Presiden Argentina Javier Milei merespons petisi daring berisikan 23 juta tanda tangan pada Sabtu (25/7/2026).
- Petisi tersebut menuntut pelarangan timnas Argentina dari Piala Dunia akibat dugaan bias wasit dan FIFA.
- Milei menyatakan kritik muncul karena kehebatan negaranya, sementara FIFA belum memberikan keputusan resmi terkait tuntutan tersebut.
Suara.com - Presiden Argentina Javier Milei merespons petisi daring yang menyerukan agar timnas negaranya dilarang mengikuti Piala Dunia di masa mendatang.
Melansir laman Givemesport, Sabtu (25/7/2026), petisi tersebut diklaim telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan di tengah meningkatnya kontroversi terkait perjalanan Timnas Argentina pada Piala Dunia 2026.
Petisi itu muncul setelah sejumlah pihak menyoroti keputusan wasit dan performa tim asuhan Lionel Scaloni sepanjang turnamen.
Sebagian pendukung sepak bola bahkan mempertanyakan integritas kompetisi dan menuding adanya keberpihakan terhadap Argentina dan Lionel Messi.
FIFA sebelumnya telah membantah tudingan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Namun, kontroversi terkait Argentina terus berkembang di media sosial dan sejumlah platform daring.
Petisi yang beredar tersebut menyebut adanya dugaan bias FIFA dan perangkat pertandingan terhadap Argentina.
Para penggagas petisi menyerukan agar Argentina dikeluarkan dari Piala Dunia demi menciptakan kompetisi yang dianggap lebih adil.
Menanggapi hal itu, Milei menyampaikan pandangannya melalui media sosial. Presiden Argentina tersebut menilai kritik terhadap negaranya muncul karena keberhasilan Argentina menjadi sorotan dunia.
"Masalah dengan Argentina adalah kita menonjol. Kita tidak luput dari perhatian, orang-orang iri kepada kita, dan kita hebat dalam hampir segala hal. Maaf, tapi seseorang harus mengatakannya," tulis Milei dalam unggahannya.
Baca Juga: Ketika Nobar Jadi Ruang Kumpul Komunitas dan Hiburan Digital
Dalam unggahan lainnya, Milei kembali menunjukkan dukungannya terhadap tim nasional Argentina. Ia menampilkan gambar dirinya mengenakan atribut timnas dan menuliskan pesan bernada nasionalisme.
Kontroversi terkait Argentina juga muncul setelah final Piala Dunia 2026. Sebuah petisi lain menyerukan agar pertandingan final antara Argentina dan Spanyol dimainkan kembali. Penggagas petisi menilai keputusan wasit asal Slovakia, Slavko Vincic, dan timnya turut memengaruhi hasil pertandingan.
Petisi tersebut ditujukan kepada FIFA dengan alasan bahwa persoalan tersebut dinilai berkaitan dengan keadilan dalam sepak bola. Jumlah dukungan terhadap petisi itu disebut telah mendekati 100.000 tanda tangan.
Meski demikian, Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memberikan respons berbeda terhadap kekalahan Argentina di final. Tapia mengakui keunggulan Spanyol dan meminta timnya menerima hasil pertandingan secara sportif.
"Kami tidak mampu melewati Spanyol. Kami tidak bisa mengalahkan Spanyol. Mereka lebih unggul, mereka menang dengan adil, dan kami harus mengakui itu," kata Tapia.
Ia menegaskan bahwa kekalahan merupakan bagian dari olahraga dan harus diterima dengan sikap yang sama seperti ketika merayakan kemenangan.
"Dalam olahraga, Anda juga belajar dengan menerima kekalahan dengan keanggunan yang sama seperti saat Anda merayakan kemenangan. Ya, kami kalah di final," ujarnya.
Tapia juga mengingatkan bahwa perjalanan Argentina di turnamen tersebut telah memberikan kebahagiaan bagi masyarakat. Menurutnya, pencapaian tim nasional tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sepak bola Argentina, terlepas dari hasil di partai final.
Sementara itu, kontroversi mengenai keputusan wasit dan petisi terkait Argentina masih menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola. Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait tuntutan untuk melarang Argentina dari Piala Dunia maupun permintaan untuk menggelar ulang pertandingan final.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
OJK Kebut Merger BPR, 200 Lebih Bank Masih Antre Konsolidasi
-
Setelah Eksfoliasi Pakai Apa? Inilah Urutan Skincare yang Tepat Agar Bebas Iritasi
-
Karyawan BRI Siap-Siap Panen Hadiah! Total Hadiah Menarik Menanti di Program Qita 2026
-
Review Rebecca: Misteri Psikologis Klasik dengan Plot Twist Mengejutkan
-
Liverpool Pertimbangkan Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah untuk Bradley Barcola
-
Bedak Warna Natural Beige Sebenarnya Cocok untuk Jenis Kulit Apa Sih?
-
Sunscreen Somethinc Holyshield untuk Kulit Apa? Intip Kelebihan dan Review Pembeli
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan