Bola / Bola Indonesia
Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:40 WIB
John Herdman soroti transisi bertahan Timnas Indonesia usai kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026. Skuad Garuda wajib bangkit lawan Singapura. [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj]
Baca 10 detik
  • Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengevaluasi kelemahan transisi bertahan usai kalah 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Senin lalu.
  • Kekalahan telak tersebut terjadi karena strategi menyerang yang berisiko tinggi dan buruknya kerapatan formasi saat kehilangan bola.
  • Timnas Indonesia wajib bangkit dan menjaga kekompakan saat menghadapi laga penentuan melawan Singapura pada 7 Agustus 2026.

"Kami hanya harus mempelajari momen-momen yang tepat agar pertahanan kami rapat saat diserang dan transisi bertahan kami terorganisasi dengan lebih baik," katanya.

Menjaga keseimbangan antara upaya mencetak gol dan kedisiplinan saat bertahan menjadi pekerjaan rumah terbesar tim kepelatihan.

Timnas Indonesia Wajib Bangkit Lawan Singapura

Kekalahan tiga gol tanpa balas dari Vietnam menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia setelah mengawali fase grup dengan dua kemenangan.

Sebelumnya, pasukan John Herdman menang 5-1 atas Kamboja dan mengalahkan Timor Leste 3-0.

Hasil tersebut membuat persaingan memperebutkan dua tiket semifinal Piala AFF 2026 dari Grup A semakin ketat hingga laga pamungkas.

Kini, fokus tim pelatih adalah menjaga kondisi psikologis dan kekompakan pemain setelah kekalahan telak di kandang sendiri.

"Kami harus tetap bersatu karena kami masih memiliki satu pertandingan lagi untuk dimainkan, dan itu adalah pertandingan yang besar," pungkas pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Laga penentu nasib Skuad Garuda akan berlangsung di markas Timnas Singapura pada 7 Agustus 2026.

Baca Juga: Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?

Load More