Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:17 WIB
Penyerang timnas Singapura, Ilhan Fandi (kiri). [Instagram/@ilhanfa]
Baca 10 detik
  • Ilhan Fandi bertekad membawa Singapura melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026.

  • Singapura hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar.

  • Nilai kedisiplinan dan dedikasi Fandi Ahmad menjadi modal utama Ilhan menghadapi laga krusial.

Suara.com - Laga Singapura kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 menjadi pertandingan yang sangat menentukan bagi kedua tim. Di balik duel tersebut, penyerang muda Singapura, Ilhan Fandi, membawa motivasi khusus yang berakar dari sosok ayahnya, legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad.

Ilhan menjadi salah satu andalan The Lions pada turnamen kali ini. Penyerang 23 tahun itu bertekad membantu negaranya melangkah sejauh mungkin sekaligus meneruskan jejak sang ayah yang merupakan ikon sepak bola Singapura.

Singapura akan menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar pada Jumat (7/8/2026) malam WIB. Hasil imbang sudah cukup membawa tuan rumah melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026.

Striker Timnas Singapura keturunan Pacitan, Ilhan Fandi. (Dok. FAS)

Meski laga diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi, Ilhan mengaku ingin menikmati pertandingan tanpa terbebani tekanan. Baginya, bermain sepak bola harus tetap menjadi sesuatu yang menyenangkan.

"Saya tahu betapa berartinya turnamen ini bagi masyarakat Singapura dan timnas Singapura karena kami telah tampil baik di edisi-edisi sebelumnya," kata Ilhan dilansir dari laman resmi Piala AFF 2026.

"Bagi saya, saya hanya ingin keluar ke sana, menikmati diri saya sendiri, dan menikmati bersaing di Piala AFF. Ini selalu tentang mengingat kembali alasan pertama kali saya mulai bermain sepak bola, karena saya menikmati permainan ini," terangnya.

"Saya juga ingin membuat keluarga saya bangga. Sepak bola memberi saya begitu banyak kegembiraan, dan dari sinilah saya mendapatkan banyak teman terdekat saya. Saya ingin membantu tim melangkah sejauh mungkin dan berkontribusi sebisa saya," tambah Ilhan.

Nama Fandi Ahmad tentu bukan sosok asing di dunia sepak bola Asia Tenggara. Mantan penyerang tersebut masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Singapura dengan koleksi 55 gol internasional.

Tak hanya bersinar bersama tim nasional, Fandi Ahmad juga pernah mencatat sejarah saat berkarier di Eropa. Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika ia mencetak gol ke gawang Inter Milan pada ajang Piala UEFA 1983 saat memperkuat klub Belanda, Groningen.

Baca Juga: Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026

Ilhan mengaku selalu menjadikan sang ayah sebagai panutan. Menurutnya, pencapaian Fandi Ahmad di dunia sepak bola menjadi inspirasi besar dalam perjalanan kariernya.

"Saya pikir semua orang pernah melihat gol yang dia cetak ke gawang Inter Milan. Itu adalah gol yang luar biasa, dan apa yang telah dia lakukan untuk sepak bola Singapura, untuk keluarga kami, dan untuk semua orang sungguh luar biasa. Dia adalah panutan yang luar biasa," ucapnya.

Ilhan juga mengungkapkan bahwa sang ayah tidak pernah memberikan tekanan agar dirinya menjadi pesepakbola hebat. Sebaliknya, Fandi Ahmad lebih sering menanamkan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini menjadi pegangan seluruh anggota keluarganya.

"Ayah saya hidup dengan empat nilai penting – kedisiplinan, dedikasi, determinasi, dan pengorbanan. Saudara-saudara saya, adik perempuan saya, dan saya semuanya membawa nilai-nilai itu setiap hari."

"Nilai-nilai itu tidak hanya penting dalam sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan. Prinsip-prinsip tersebut telah membentuk saya menjadi pribadi dan pemain seperti sekarang ini," pungkas Ilhan.

Load More