Bola / Bola Indonesia
Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Timnas Indonesia menghadapi tantangan baru setelah salah satu pemain naturalisasi andalan, Ivar Jenner, dipastikan menepi akibat cedera yang dialaminya saat menjalani pramusim bersama klub Belanda, FC Utrecht. (IG Ivar Jenner)
Baca 10 detik
  • Anggota DPR Franciscus Sibarani meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan naturalisasi menyusul kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
  • Kegagalan itu dipastikan setelah Timnas Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A.
  • Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempersiapkan turnamen berikutnya.

Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia menembus semifinal Piala AFF 2026 memicu sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi XIII, Franciscus Sibarani, meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan naturalisasi pemain dalam pembangunan sepak bola nasional.

Ia menilai hasil tersebut harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh, tidak hanya soal performa tim di lapangan.

“Kekalahan ini harus menjadi momentum evaluasi, termasuk kebijakan naturalisasi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Menurut Franciscus, naturalisasi tidak boleh dijadikan jalan pintas untuk meraih prestasi instan.

Ia menegaskan pembinaan pemain lokal tetap harus menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia.

Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum melawan Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]

“Indonesia tidak kekurangan anak-anak berbakat. Kita harus percaya diri dengan kemampuan anak bangsa sendiri,” katanya.

Sebagai mitra Kementerian Hukum, Komisi XIII menekankan pentingnya mekanisme naturalisasi yang transparan dan terukur.

Kebijakan tersebut, kata dia, harus mempertimbangkan kepentingan nasional secara luas.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberian kewarganegaraan kepada atlet bukan sekadar urusan administratif.

Baca Juga: Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam

Dampaknya harus dilihat dalam konteks pembangunan olahraga jangka panjang dan masa depan generasi muda.

“Kita ingin Tim Nasional menang, tetapi jangan sampai demi kemenangan hari ini kita mengorbankan masa depan sepak bola Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan evaluasi akan dilakukan menyusul hasil kurang maksimal di turnamen tersebut.

Erick menargetkan perbaikan tim untuk menghadapi agenda penting ke depan.

“Kami akan melakukan evaluasi agar Timnas Indonesia lebih siap menghadapi turnamen berikutnya,” ujar Erick.

Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar.

Hasil tersebut membuat Indonesia finis di luar dua besar, kalah dari Vietnam dan Singapura.

Dalam pertandingan itu, Indonesia sempat unggul lewat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47.

Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Singapura menyamakan kedudukan pada menit ke-66. [Antara]

Load More