-
FIFA dan PSSI resmi mengizinkan kembali kehadiran suporter tandang di Super League 2026/2027.
-
Pertandingan berisiko tinggi seperti Persija vs Persib dan Arema vs Persebaya tetap melarang suporter tamu.
-
Kepolisian memegang kewenangan akhir untuk mencabut izin awaydays berdasarkan analisis potensi ancaman keamanan.
Suara.com - Suporter klub akhirnya mendapat angin segar menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Setelah tiga musim menerapkan larangan perjalanan tandang, PSSI dan I.League memastikan kebijakan awaydays akan kembali dibuka dengan persetujuan FIFA, namun tak termasuk duel panas Persija vs Persib Bandung serta Arema FC kontra Persebaya.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan kembali skema kehadiran suporter tamu kepada FIFA. Proposal tersebut mendapat lampu hijau, meski terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi klub dan suporter.
Larangan suporter melakukan perjalanan tandang sebelumnya diberlakukan setelah tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari proses transformasi sepak bola Indonesia yang dijalankan bersama FIFA dan pemerintah.
Setelah berjalan selama tiga musim, evaluasi terhadap perilaku suporter menjadi salah satu pertimbangan untuk mengembalikan sistem awaydays. Ferry menyebut pelanggaran yang berkaitan dengan suporter tandang dalam periode terakhir sudah jauh berkurang.
"Iya, perjalanan panjang ya. Perjalanan panjang yang sudah terus kami deliver terutama tahun terakhir ini, bisa dibilang beberapa persoalan-persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim," kata Ferry kepada awak media.
"Nah, dengan dasar itu, kami coba propose ke FIFA, dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," jelas Ferry.
Lampu hijau tersebut bukan berarti suporter bisa bebas melakukan perjalanan ke seluruh pertandingan. Ferry menegaskan bahwa terdapat aturan dan batasan yang harus dipatuhi agar kebijakan awaydays tidak kembali menimbulkan persoalan.
"Dengan catatan, ini mungkin yang harus teman-teman suporter, klub, bukan mensiasati, tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub," terang Ferry.
Menurut Ferry, klub telah mendapatkan penjelasan mengenai berbagai batasan yang harus dijaga. Kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor penting agar kesempatan bagi suporter untuk mendukung timnya di kandang lawan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Baca Juga: Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
"Jadi klub-klub itu kita sudah sampaikan apa-apa saja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga," paparnya.
Dalam penerapannya nanti, keputusan akhir mengenai kehadiran suporter tamu tidak sepenuhnya berada di tangan operator kompetisi.
Aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan utama dan kewenangan kepolisian dalam memberikan izin pertandingan.
"Iya, jadi catatan utamanya adalah bahwa semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam arti perizinan kepolisian," ucap Ferry.
Karena itu, pertandingan yang mempunyai tingkat rivalitas tinggi tetap berpotensi digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu. Faktor keamanan serta informasi intelijen akan menjadi dasar pertimbangan sebelum izin diberikan.
"Jadi memang digarisbawahi khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi ya, termasuk juga yang ada indikasi dari sisi apa namanya intelijen, ya dilarang untuk dilakukan misalnya," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kim Soo Hyun Comeback TV, Jadi Special Guest dalam Acara Mahakarya RCTI 37
-
Membongkar Pesan Posesif dan Self Love di Balik Judul Nyeleneh MMG Naykilla
-
Harga Vape Lebih Murah dari Rokok Konvensional, Remaja Jadi Kelompok Rentan
-
FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan
-
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas
-
Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?
-
DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?
-
Kebakaran Hebat di Pondok Kelapa, Pabrik Bingkai hingga 9 Kontrakan Ludes
-
'Kata Siapa Sudah Merdeka?' Ucapan Tukang Cukur Bogor Bikin Heboh Jelang HUT RI
-
Generasi Muda dan Kemerdekaan Ekonomi: Ketika Lapangan Kerja Jadi Tantangan