- Bhayangkara FC resmi menunjuk Oscar Bruzon sebagai pelatih kepala baru pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026.
- Oscar Bruzon memiliki rekam jejak kepelatihan panjang di Spanyol serta berbagai negara Asia termasuk India dan Bangladesh.
- Kehadiran pelatih baru tersebut diharapkan mampu mempertahankan prestasi klub pada kompetisi Super League musim 2026/2027.
Ia tercatat pernah menangani sejumlah klub di India, Maladewa, hingga Bangladesh.
Pengalaman Bruzon bahkan membawanya ke level tim nasional.
Pada 2021, ia sempat dipercaya menjadi pelatih sementara Timnas Bangladesh.
Sepanjang perjalanan tersebut, Bruzon juga mengoleksi sejumlah prestasi bersama klub-klub yang ditanganinya.
Gelar terbaru diraih bersama East Bengal.
Ia sukses mengantarkan klub tersebut menjadi juara Liga Super India musim 2025/2026.
Rekam jejak tersebut tentu menjadi modal penting bagi Bruzon ketika memulai petualangan barunya bersama Bhayangkara FC.
Tugasnya pun tidak ringan karena ia datang setelah musim yang cukup positif bagi The Guardian.
Pada Super League 2025/2026, Bhayangkara FC mampu finis di posisi kelima klasemen.
Baca Juga: Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
Hasil tersebut diraih pada musim pertama mereka setelah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bruzon kini harus berusaha mempertahankan level tersebut, bahkan membawa Bhayangkara FC bersaing untuk posisi yang lebih tinggi.
Persoalannya, waktu persiapan yang dimiliki Bruzon sangat terbatas.
Kompetisi musim baru akan segera dimulai sehingga ia harus bergerak cepat mengenal skuad dan menerapkan gagasan permainannya.
Selain beradaptasi dengan pemain, Bruzon juga perlu memahami karakter kompetisi sepak bola Indonesia yang tentu memiliki tantangan berbeda dibandingkan India, Bangladesh, maupun negara Asia lainnya.
Dengan pengalaman dan koleksi prestasinya, Bruzon kini mendapat kesempatan membuktikan kapasitasnya di Indonesia.
Bhayangkara FC berharap pergantian pelatih tersebut menjadi awal dari peningkatan prestasi The Guardian pada Super League 2026/2027.
Berita Terkait
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Shin Tae-yong Tak Mau Persija Loyo di Super League, Fisik Pemain Digenjot Habis-habisan
-
Ferry Paulus Kabulkan Permintaan Persija Jamu Persib Duluan di Stadion GBK
-
FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan
-
Persija Gelar Pesta Besar di JIS, Brisbane Roar Jadi Lawan Sebelum Super League Bergulir
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri