Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi pengaturan skor (digitalsporty)
Baca 10 detik
  • Federasi sepak bola Laos meminta kepolisian menyelidiki dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
  • Penyelidikan dilakukan karena Laos mengoleksi tiga kartu merah dan kebobolan dua puluh gol sepanjang turnamen.
  • LFF menduga keterlibatan pemain timnas akibat performa merosot tajam serta banyak kesalahan di lini belakang.

Laos kebobolan hanya 75 detik setelah pertandingan dimulai.

Gol tersebut bermula dari kesalahan umpan Phonsack Seesavath yang berhasil dipotong pemain Myanmar di area pertahanan Laos.

Lwin Moe Aung kemudian berhasil melewati jebakan offside sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang membuka keunggulan Myanmar.

Situasi lain terjadi saat Laos menghadapi Filipina.

Gol kedua Filipina tercipta melalui gol bunuh diri Viengxay Sidavong ketika berusaha menghalau tembakan jarak jauh.

Performa Laos Merosot Tajam

Catatan pertandingan Laos di Piala AFF 2026 juga menjadi perhatian.

Tim berjuluk Thim Xad tersebut kalah dalam seluruh pertandingan fase grup dan kebobolan 20 gol.

Sebagai perbandingan, performa Laos pada AFF Cup 2024 tidak seburuk itu. Mereka mampu bermain imbang 3-3 melawan Indonesia setelah sempat tertinggal dan menahan Filipina 1-1.

Baca Juga: Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2026, Satgas Antimafia Didesak Usut Tuntas

Pada turnamen tersebut, Laos mencetak tujuh gol sepanjang fase grup.

Jumlah itu bahkan lebih banyak dibandingkan tiga tim lainnya di grup, kecuali Vietnam.

Load More