Bola / Bola Indonesia
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Pelatih Timnas Indonesia John Herdmanmemberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]
Baca 10 detik
  • Presiden Semen Padang Andre Rosiade mencandakan pergantian pelatih Timnas Indonesia kepada Nil Maizar jika gagal di ASEAN Cup 2026.
  • Nil Maizar merupakan mantan pemain dan pelatih kepala Semen Padang yang pernah ditunjuk PSSI menukangi Timnas Indonesia pada 2012.
  • Setelah diberhentikan PSSI pada Februari 2013, Nil Maizar sempat beralih ke politik sebelum kembali melatih klub sepak bola pada 2014.

Suara.com - Nama Nil Maizar kembali mencuat setelah Presiden Semen Padang, Andre Rosiade, melontarkan candaan soal kemungkinan pergantian pelatih Timnas Indonesia.

Andre menyebut Nil Maizar sebagai sosok yang bisa menggantikan John Herdman jika Skuad Garuda gagal memenuhi target di FIFA ASEAN Cup 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Andre ketika membahas peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurutnya, Timnas Indonesia memiliki modal kuat karena berstatus sebagai tuan rumah dan dapat menurunkan pemain terbaik karena turnamen berlangsung dalam periode FIFA Matchday.

"Ya, FIFA ASEAN harusnya wajib menang dong. Masa lawan Bangladesh kita tidak juara, gitu lho. Kalau tidak juara, ya John Herdman lebih baik ganti sama Nilmaizar sajalah," kata Andre kepada awak media.

Coach Nil Maizar [ANTARA]

Nil Maizar, Mantan Pelatih Timnas Indonesia

Nil Maizar bukan nama baru dalam sepak bola Indonesia.

Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 Januari 1970 itu memiliki perjalanan panjang sebagai pemain, pelatih, hingga pernah dipercaya menangani Timnas Indonesia.

Sebagai pemain, Nil mengawali karier dari Persepak Payakumbuh sebelum masuk Diklat Padang dan Diklat Ragunan.

Baca Juga: Kembali Ungkit STY, Mantan Mertua Pratama Arhan Kritik John Herdman!

Ia kemudian sempat menjalani masa magang selama enam bulan di AC Sparta Praha, Republik Ceko, pada 1990.

Setelah kembali ke Indonesia, Nil memperkuat Semen Padang pada 1992 hingga 1997.

Ia menjadi bagian dari skuad Kabau Sirah yang memenangkan Piala Galatama pada 1992 setelah mengalahkan Arema Malang 1-0.

Nil kemudian memperkuat PSP Padang sebelum mengakhiri karier sebagai pemain pada 1999.

Di tengah perjalanan sepak bolanya, ia juga menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Ekasakti Padang.

Dari Asisten hingga Pelatih Kepala Semen Padang

Load More