-
Joey Pelupessy menegaskan Timnas Indonesia sangat antusias merespons tekanan dari tim tamu Malaysia.
-
Skuad Garuda berada dalam kondisi kompak dan siap bertanding di SUGBK pada Senin malam.
-
Pertemuan di FIFA ASEAN Cup 2026 ini menjadi duel perdana kedua negara sejak edisi 2021.
Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy menegaskan seluruh anggota tim justru semakin bersemangat menghadapi tekanan dari Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup. Mentalitas tersebut menjadi pembeda utama skuad Garuda yang menganggap tensi tinggi pertandingan sebagai bahan bakar motivasi tambahan.
Pemain klub Belgia Lommel SK ini memandang ekspektasi publik yang besar sebagai pelecut untuk mematangkan persiapan taktik di lapangan. Atmosfer ketat dalam duel klasik ini justru sangat ditunggu oleh seluruh penggawa Garuda.
"Mengenai bagaimana kami mengatasi tekanan (dari pemain Timnas Malaysia), saya justru merasa antusias. Saya sangat menantikannya," kata Joey Pelupessy dalam sesi latihan jelang laga di Stadion PTIK, Jakarta.
Persiapan terukur yang terus dimatangkan jajaran pelatih membuat para pemain berada dalam kondisi siap tempur. Kepercayaan diri tim nasional melonjak berkat kesiapan fisik maupun mental yang solid.
"Jadi, tentu saja selalu ada tekanan, tetapi saya melihatnya lebih sebagai sebuah antusiasme. Kami menantikan pertandingan besar itu dan kami sudah bersiap dengan baik hari ini. Jadi, ayo kita hadapi," katanya.
Kekuatan Timnas Indonesia saat ini terletak pada integrasi mulus antara pemain lama dan para penggawa baru. Seluruh pilar tim mampu memberikan kontribusi nyata, baik yang turun sebagai starter maupun yang memberi dorongan dari bangku cadangan saat mengalahkan Singapura.
Harmoni yang tercipta di dalam tim memperkuat sinergi antarpemain selama menjalani sesi latihan maupun pertandingan resmi. Kehadiran amunisi baru terbukti langsung menyatu dengan skema permainan yang diusung pelatih.
Lebih lanjut, Pelupessy mengatakan para pemain baru tampil dengan baik dalam pertandingan pertama melawan Singapura pada Jumat (25/9). Penampilan baik itu disebut Pelupessy untuk para pemain yang masuk ke lapangan maupun yang terlibat dalam sesi latihan meski belum mendapatkan menit bermain.
Kedalaman bangku cadangan yang merata memberi keleluasaan strategi bagi tim untuk meredam potensi kejutan dari lawan. Kebersamaan di ruang ganti menjadi fondasi paling krusial untuk mengamankan poin penuh.
Timnas Indonesia, kata dia, memiliki kelompok skuad yang besar dan semua orang terlibat untuk menyiapkan setiap pertandingan.
Gelandang yang membela klub Liga Belgia Lommel SK itu mengaku merasa senang melihat kekompakan dan rasa kebersamaan timnas saat ini yang menjadi modal penting untuk memenangkan pertandingan.
"Jadi, ya, saya rasa kami telah bersiap dengan sangat baik," katanya.
Pertemuan derby Melayu ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (29/9) pukul 19.30 WIB. Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua negara sama-sama mengantongi kemenangan bersih pada matchday pertama.
Indonesia sukses mengamankan kemenangan 2-0 atas Singapura, sedangkan Malaysia memetik hasil positif 3-0 saat bersua Bangladesh. Hasil tersebut menempatkan kedua tim dalam posisi memuncaki papan atas klasemen sementara Grup A.
Bentrokan ini juga mengakhiri penantian panjang setelah terakhir kali kedua negara bertemu pada Desember 2021 di Piala AFF, saat Indonesia menang telak 4-1. Kini pada edisi 2026, mereka kembali berhadapan dalam ajang perdana bentukan FIFA dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.