-
Timnas Indonesia memimpin nilai pasar tertinggi sebesar Rp378,66 miliar di FIFA ASEAN Cup 2026.
-
Kevin Diks menjadi pemain termahal Indonesia, sedangkan Hamza Choudhury memimpin di kubu Bangladesh.
-
Pelatih John Herdman memfokuskan perbaikan taktik menyerang saat tim bermain dengan sepuluh orang.
Suara.com - Timnas Indonesia memimpin daftar nilai pasar tertinggi menjelang laga pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10). Keunggulan materi pemain ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengunci kemenangan di laga penutup.
Situs Transfermarkt mencatat total nilai pasar tim asuhan John Herdman mencapai EUR 22,84 juta atau sekitar Rp378,66 miliar. Angka fantastis tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dari 8 kontestan yang berlaga.
Dominasi nilai materi pemain Indonesia didukung kehadiran para pilar yang berkarier di kompetisi papan atas Eropa. Sementara itu, Bangladesh berada di peringkat kelima tim termahal dengan total nilai pasar EUR 6,69 juta atau setara Rp115,15 miliar.
Pemain belakang asal klub Bundesliga Borussia M’Gledbach, Kevin Diks, mencatatkan nilai pasar tertinggi di skuad Garuda. Nilai jual Kevin Diks di pasar transfer saat ini menyentuh EUR 5 juta atau sekitar Rp101,77 miliar.
Pada kubu lawan, gelandang klub Championship Sheffield United, Hamza Choudhury, menjadi pemain paling bernilai milik Bangladesh. Hamza Choudhury tercatat memiliki nilai pasar sebesar EUR 4 juta atau setara Rp80,98 miliar.
Kehadiran para pemain dari kompetisi top Eropa membuat peta kekuatan tim nasional Indonesia berubah drastis dibanding masa lalu. Perubahan komposisi materi pemain skuad Garuda tersebut mendapat pengakuan langsung dari juru taktik tim lawan.
“Timnas Indonesia memiliki beberapa pemain dari Liga Jerman, dari Liga Belanda, dari Liga Italia. Jadi ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat saya bertanding melawan meereka dulu," kata pelatih Bangladesh Thomas Dooley.
Selain keunggulan materi pemain, sektor taktik juga terus dimatangkan oleh tim pelatih Indonesia sebelum laga dimulai. Pelatih kepala John Herdman memfokuskan latihan pada efektivitas serangan saat tim kekurangan jumlah pemain di lapangan.
John Herdman menilai skenario bermain dengan 10 orang perlu diantisipasi agar kestabilan skema menyerang tetap terjaga. Evaluasi ini menjadi poin penting dari hasil pertandingan-pertandingan sebelumnya.
"Saya pikir satu-satunya yang perlu diperbaiki adalah aspek menyerang dari strategi ketika bermain dengan 10 pemain," kata John Herdman.
Pertandingan menghadapi Bangladesh merupakan laga pamungkas babak grup dalam turnamen resmi perdana FIFA yang digelar di wilayah Asia Tenggara. Pertemuan ini menjadi ujian penting bagi kedalaman skuad dan pematangan taktik tim asuhan John Herdman.
Kedua tim membawa modal dan komposisi pemain terbaiknya untuk mengamankan poin penuh di Gelora Bung Karno. Indonesia bertekad mempertahankan dominasi, sementara Bangladesh berusaha memberikan perlawanan maksimal dengan mengandalkan pilar utamanya.