-
Jay Idzes rutin menelepon Kevin Diks memberikan dukungan penuh menjelang laga final.
-
Kevin Diks meminta skuad Garuda tidak emosi dan fokus penuh sepanjang pertandingan.
-
Indonesia siap melakoni bentrokan final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di SUGBK.
Suara.com - Kapten utama Timnas Indonesia Jay Idzes terus memberikan suntikan moral secara intensif melalui panggilan video kepada Kevin Diks menjelang laga pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran emosional bek yang sedang dibekap cedera tersebut menjadi pendorong motivasi krusial bagi skuad Garuda di ruang ganti.
Pemain asal klub Borussia Moenchengladbach tersebut membeberkan bahwa komunikasi rutin mereka tetap terjalin erat sepanjang turnamen berlangsung. Momen kebersamaan itu bahkan sempat terekam kamera usai Indonesia memastikan tempat di partai puncak.
"Jay terus mengikuti momen-momen yang kami jalani. Dia sering menelepon saya, sering mengirim pesan kepada saya. Tentu saja, dia sangat sedih tidak bisa berada di sini," kata Diks.
"Namun, dia tetap memberikan dukungan sebisa mungkin dan menyaksikan semuanya. Dan ya, sekali lagi, sangat disayangkan dia tidak berada di sini, tetapi dia tetap menjadi bagian dari kami," tambah dia.
Diks menegaskan pentingnya penguasaan diri dan ketenangan tingkat tinggi agar para pemain tidak terprovokasi oleh aksi lawan di lapangan. Konsentrasi penuh selama durasi laga menjadi kunci utama untuk mengunci kemenangan atas tim gajah perang.
Laga krusial ini menuntut kesiapan fisik dan mental prima karena detail kecil sanggup mengubah keseluruhan peta kekuatan. Pengalaman internasional Diks menjadi modal berharga untuk memimpin rekan-rekannya melewati tekanan berat tersebut.
"Jangan terbawa emosi atau apa pun, karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih. Satu momen bisa menjadi penentu dalam final. Jika ada dua tim bagus yang saling berhadapan, satu momen saja sudah cukup dan satu momen bisa menentukan pertandingan," kata Diks pada sesi jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Minggu.
Pertandingan penentuan gelar juara ini bakal tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB. Diks memikul tanggung jawab besar di lini pertahanan sekaligus mengemban ban kapten menggantikan peran Idzes.
"Sekarang, kami menghadapi tujuan sulit berikutnya, yaitu mengalahkan Thailand di final. Final akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi ini hanya satu pertandingan dan apa pun bisa terjadi," kata Diks, bek yang sudah mengoleksi 15 penampilan untuk tim Garuda itu.
Langkah Indonesia menuju partai puncak diwarnai berbagai tantangan sengit sejak fase penyisihan grup. Pasukan Garuda membuka perjalanan dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Singapura.
Ujian berat sempat menghampiri ketika Indonesia ditahan imbang tanpa gol oleh Malaysia meski harus bermain dengan 10 orang. Namun, Indonesia bangkit secara luar biasa pada laga penutup grup dengan memulangkan Bangladesh lewat skor telak 9-2.
Perjalanan dramatis tersebut membakar optimisme seluruh anggota tim untuk menuntaskan dahaga gelar. Kehadiran ribuan pendukung di SUGBK diharapkan menjadi pendorong tambahan untuk menundukkan Thailand.