-
PSSI dan John Herdman mengevaluasi kelemahan Timnas Indonesia usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
-
Skuad Garuda memenangi laga final dramatis atas Thailand melalui adu penalti berskor 4-2.
-
Pembenahan taktik diprioritaskan demi menghadapi persaingan ketat Grup F Piala Asia 2027.
Suara.com - Ketua PSSI Erick Thohir tak ingin Timnas Indonesia terlena setelah berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ini karena banyak titik lemah kelihatan dari skuad Garuda.
Erick Thohir memastikan evaluasi tetap dilakukan terhadap Skuad Garuda bersama pelatih John Herdman. Sejumlah titik lemah Timnas Indonesia akan dibenahi sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di Piala Asia 2027.
Erick menyebut evaluasi tersebut penting untuk melihat kekurangan Timnas Indonesia selama tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, masih ada banyak hal yang harus diperbaiki bersama Herdman.
"Ya, banyak, nanti saya sama coach. Ada banyak," ujar Erick Thohir.
"Titik-titik kelemahan yang mungkin harus kami perbaiki untuk persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027," ucap Erick Thohir.
Timnas Indonesia memang berhasil menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan prestasi membanggakan. Skuad Garuda menjadi juara setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pertandingan berlangsung ketat hingga 120 menit. Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan mengakhiri pertandingan dalam waktu normal. Thailand bahkan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-81. Namun, Skuad Garuda gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain hingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan dan akhirnya adu penalti.
Erick Thohir mengakui Thailand memberikan perlawanan sengit. Ia juga menilai kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A bukan pertandingan yang mudah bagi Timnas Indonesia.
"Kami harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir, dua laga yang tidak mudah, 9-2 tidak mudah, ini juga 2-2, tidak mudah," ucap Erick Thohir.
Menurut Erick, pengalaman menghadapi pertandingan sulit di FIFA ASEAN Cup 2026 harus menjadi bahan evaluasi bagi pemain maupun tim pelatih.
"Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih, kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat."
Erick pun menegaskan keberhasilan meraih gelar juara tidak boleh membuat Timnas Indonesia cepat puas. Ia ingin sepak bola Indonesia terus berkembang menghadapi tantangan yang lebih besar.
"Tapi, kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," pungkasnya.
Setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia akan menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di Piala Asia 2027.
Skuad Merah-Putih akan tampil pada Januari-Februari 2027 dan tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, serta Thailand.