- Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi denda Rp3,2 miliar oleh pengadilan akibat kasus sertifikat vaksin Covid-19 palsu.
- Xhaka telah mengakui kesalahannya dan menerima putusan hukuman tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
- Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, menolak berkomentar terkait masalah hukum dan tetap memuji profesionalitas latihan sang pemain.
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan bahwa secara umum tidak ada kewajiban hukum untuk memiliki sertifikat vaksin.
Namun, dokumen tersebut tetap menjadi persyaratan untuk memasuki sejumlah kegiatan komersial dan melakukan perjalanan lintas negara hingga musim semi 2022.
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, memilih tidak berkomentar mengenai persoalan hukum yang menimpa salah satu pemainnya tersebut.
“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan," tegas Le Bris di hadapan para awak media.
"Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik dan itu positif," puji sang manajer terhadap profesionalitas pemainnya.
"Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” pungkas Le Bris.
Xhaka diperkirakan tetap masuk dalam skuad Sunderland saat menghadapi Brighton pada Sabtu (10/10/2026).
Rekam Jejak Granit Xhaka
Di level internasional, Xhaka merupakan salah satu pemain penting Timnas Swiss. Ia tercatat telah mengoleksi 152 penampilan bersama tim nasional.
Sang gelandang juga menjadi kapten Swiss saat tampil di Piala Dunia 2026. Langkah mereka di turnamen tersebut terhenti pada babak perempat final setelah kalah dari Argentina, yang kemudian menjadi runner-up.