- Timnas Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti di Vancouver.
- Keberhasilan menembus delapan besar mengakhiri penantian panjang selama 72 tahun bagi tim nasional sepak bola Swiss.
- Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina di perempat final dengan catatan rekor pertemuan yang belum pernah menang.
Suara.com - Timnas Swiss memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.
Kemenangan 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit di Stadion BC Place, Vancouver, Selasa (7/7/2026) WIB, mengantarkan Granit Xhaka dan kolega menghadapi tantangan terbesar, yakni sang juara bertahan Argentina.
Sebelumnya, Argentina memastikan tiket ke delapan besar setelah menang dramatis 3-2 atas Mesir. Duel melawan Lionel Messi dan kawan-kawan pun sudah dinanti oleh kapten Swiss, Granit Xhaka.
Meski mengakui Argentina merupakan lawan yang sangat berat, Xhaka menegaskan timnya tidak datang dengan rasa takut.
Menurutnya, keberhasilan mencapai perempat final sudah menjadi pencapaian besar bagi Swiss sehingga mereka bisa tampil lebih lepas.
“Ini hadiah besar bagi kami. Target pertama telah tercapai," kata Xhaka usai laga.
"Namun, ketika sudah berada di perempat final, rasa lapar Anda akan lebih besar dari sebelumnya. Sekarang, datang tantangan besar dengan menghadapi salah satu pemain terbesar. Kami akan menikmati permainan dan siap bertarung,” jelasnya.
Akhiri Penantian 72 Tahun
Lolos ke babak perempat final menjadi pencapaian bersejarah bagi Swiss. Terakhir kali mereka mampu menembus delapan besar Piala Dunia terjadi saat menjadi tuan rumah pada edisi 1954.
Baca Juga: Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026
Setelah itu, dalam delapan penampilan berikutnya di Piala Dunia, pencapaian terbaik Der Nati hanya mampu mencapai babak 16 besar. Bahkan, mereka tersingkir pada fase tersebut dalam tiga edisi beruntun, yakni 2014, 2018, dan 2022.
Keberhasilan di Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang Swiss untuk kembali bersaing di fase delapan besar.
Meski sudah mencatat sejarah, Xhaka menegaskan timnya belum ingin berhenti. Gelandang berpengalaman itu percaya Swiss masih memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh jika mampu mempertahankan mentalitas yang telah mereka tunjukkan sepanjang turnamen.
“Aku sangat bangga akan tim ini. Sungguh pertunjukan kekuatan mental yang luar biasa. Tekad kuat telah menang. Kami telah mengukir sejarah,” kata gelandang yang musim lalu membela Sunderland tersebut.
“Kami telah menanti lama untuk menulis kisah seperti ini. Sekarang, perjalanan berlanjut dan kami senang masih berada di sini.”
Xhaka juga menilai pencapaian ini merupakan hasil kerja keras generasi emas Swiss yang memadukan pengalaman para pemain senior dengan semangat para pemain muda.
Berita Terkait
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Hossam Hassan Ngamuk Mesir Dicurangi, Ada Skenario FIFA Untuk Messi?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Kontroversi VAR Argentina Menang Dramatis, Mesir Kehilangan Keadilan?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara
-
Murat Yakin Akui Swiss Beruntung Singkirkan Kolombia, Kini Siap Tantang Argentina
-
Tangis Mostafa Zico Usai Didepak Argentina: Wasit Rampok Kerja Keras Bangsa Mesir!