Suara.com - Seiring mimpi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, salah satu langkah strategis yang wajib dilakukan adalah membina dan mengembangkan pengusaha muda yang kompetitif, kreatif, dan inovatif. Untuk mendukung ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menghadirkan program Pengusaha Muda BRILiaN.
Program Pengusaha Muda BRILiaN kembali hadir di tahun 2024 dan resmi membuka pendaftaran hingga 3 September 2024. Program ini adalah salah satu bentuk dukungan BRI untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 menjadi negara maju berpenghasilan tinggi.
Apa Itu Program Pengusaha Muda BRILiaN?
Program ini adalah program inkubasi bisnis yang dirancang untuk memberikan dukungan kepada para pengusaha muda Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat fondasi bisnis sehingga tercipta pengusaha muda yang kompetitif dengan bisnis berkualitas yang siap menembus pasar global.
Pada tahun ini, PMB menambahkan dua kategori baru, yaitu Healthcare/Wellness dan Accessories & Beauty. Selain itu, ada tiga kategori lainnya yaitu Food & Beverage, Fashion & Wastra, dan Home Décor & Craft.
Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI, Amam Sukriyanto, mengatakan bahwa BRI ingin mendorong UKM Indonesia untuk naik kelas dan memiliki produk yang siap ekspor.
“Melalui program ini, BRI berupaya menyiapkan produk dari para pengusaha yang siap ekspor dan membantu memperluas akses ke pasar internasional,” katanya.
“BRI optimis bahwa melalui program ini akan tercipta pengusaha UKM muda tangguh Indonesia yang menjadi role model dan local heroes di tingkat nasional dan internasional serta mampu mendorong UKM lain untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amam.
Pengalaman Pemenang PMB
Baca Juga: Dari Desa BRILiaN Hingga LinkUMKM: Solusi Lengkap BRI untuk Ekonomi Makin Maju
Pada tahun 2023, lima pemenang Pengusaha Muda BRILiaN mendapat kesempatan untuk showcase bisnis mereka di BRILIANPRENEUR 2025. Mereka adalah Putu Metta Puspita Dewi, Marcella Yanita, Amadeus Pribowo, Defria Kirana, dan Eko Susanto.
Salah satu pemenang, Metta Puspita, mengaku bahwa PMB memiliki pengaruh besar untuk bisnisnya.
"Karena ikut program PMB, aku jadi belajar banyak hal seperti proses HAKI, pentingnya punya website dan landing page untuk engage dengan customer sampai bekerja sama dengan komunitas lokal untuk brand awareness dari produk aku,” ujarnya.
“Berkat PMB, aku juga jadi tahu bahwa value produkku adalah pemberdayaan petani kakao dan PMB adalah pengalaman berharga untukku,” jelas Metta.
Program PMB 2024
Program PMB 2024 akan berlangsung dari Oktober hingga Februari 2025 dengan proses seleksi ketat. Para pengusaha terpilih akan mengikuti program akselerasi secara hybrid (daring/on-site) selama 15 minggu.
Berita Terkait
-
Punya Mimpi Punya Mobil Baru? KKB BRI Finance Jawabannya!
-
Paul Munster Puas dengan Progres Duo Trial Persebaya
-
Daftar Lengkap Pelatih Klub BRI Liga 1 2024/2025, 4 Lokal Pride Dikeroyok Asing!
-
Cashback Melimpah! Daftar Merchant QRIS BRI dan Dapatkan Diskon Hingga 50%
-
Cara Cek Catatan Keuangan di BRImo untuk Cash Flow yang Sehat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas