Suara.com - Saat ini,kendaraan pribadi telah bertransformasi dari sekadar simbol status menjadi kebutuhan esensial yang menunjang berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat.
Namun, ironisnya, harga mobil baru yang terus merangkak naik menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki kendaraan roda empat. Dalam konteks ini, pasar mobil bekas hadir sebagai alternatif yang semakin menarik dan rasional bagi berbagai kalangan konsumen.
Selain menawarkan harga yang jauh lebih bersahabat dengan anggaran, mobil bekas juga memiliki sejumlah keunggulan lain yang menjadikannya pilihan yang cerdas. Salah satunya adalah tingkat depresiasi nilai yang cenderung lebih rendah dibandingkan mobil baru, sehingga pemilik tidak terlalu terbebani dengan penurunan nilai kendaraan dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, pasar mobil bekas menyajikan beragam model, merek, dan tahun produksi, memungkinkan konsumen untuk memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik, preferensi gaya hidup, hingga kondisi keuangan mereka.
Fenomena ini semakin memperkuat daya tarik segmen mobil bekas di mata berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda yang baru memasuki dunia kerja, keluarga muda yang membutuhkan kendaraan fungsional, hingga para profesional yang menginginkan kendaraan pribadi tanpa harus menguras tabungan secara signifikan.
Menyadari potensi besar dan tren positif yang terus berkembang di pasar mobil bekas, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance), sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pembiayaan otomotif, mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program pembiayaan MobKas (Mobil Bekas).
Program inovatif ini dirancang khusus untuk memberikan kemudahan akses kepemilikan mobil bekas berkualitas bagi masyarakat Indonesia melalui skema pembiayaan yang kompetitif dengan suku bunga yang sangat ringan, mulai dari hanya 0,66% per bulan.
Dengan penawaran yang menarik ini, BRI Finance berupaya menjembatani keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi dengan solusi pembiayaan yang terjangkau, proses yang cepat dan efisien, serta transaksi yang aman dan transparan.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, dalam keterangan resminya pada Jumat (18/4/2025), menyampaikan antusiasmenya terhadap peluncuran program MobKas.
Baca Juga: Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya Dipastikan Bakal Digelar di Bali
Ia mengungkapkan bahwa melalui program ini, BRI Finance memiliki visi untuk menyediakan akses pembiayaan yang ringan dan proses yang tidak berbelit-belit bagi masyarakat luas yang mendambakan kepemilikan mobil bekas. Wahyudi Darmawan menekankan bahwa kendaraan pribadi saat ini bukan lagi sekadar penunjang gaya hidup semata, melainkan telah menjadi kebutuhan krusial dalam mendukung kelancaran aktivitas harian.
"BRI Finance hadir untuk menjawab kebutuhan yang semakin mendesak ini dengan menghadirkan solusi pembiayaan yang terjangkau dan terpercaya, sehingga impian masyarakat untuk memiliki mobil bekas berkualitas dapat terwujud dengan lebih mudah," ujar Wahyudi Darmawan.
Data internal BRI Finance menunjukkan adanya pergeseran strategis dalam portofolio pembiayaan perusahaan pada tahun 2024. Porsi pembiayaan konsumer, yang mencakup pembiayaan mobil bekas, berhasil mencapai angka 60% dari total keseluruhan pembiayaan yang disalurkan. Melihat tren positif ini, BRI Finance melalui program MobKas memiliki target ambisius untuk meningkatkan kontribusi segmen mobil bekas hingga menembus angka 8% dari total portofolio pembiayaan perusahaan pada tahun 2025. Langkah ini secara jelas mengindikasikan komitmen BRI Finance untuk semakin memperkuat posisinya di sektor pembiayaan otomotif, dengan fokus yang lebih tajam pada segmen kendaraan bekas yang terbukti memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Wahyudi Darmawan menambahkan bahwa kombinasi antara harga mobil bekas yang semakin kompetitif di pasar dan kemudahan akses pembiayaan yang ditawarkan oleh BRI Finance menjadi daya tarik yang semakin kuat bagi para konsumen.
"Perpindahan fokus portofolio ini merupakan bagian integral dari strategi transformasi bisnis jangka panjang kami. Kami berupaya untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer yang berkelanjutan, dan segmen mobil bekas memegang peranan penting dalam mewujudkan visi tersebut," jelasnya.
Sebagai entitas yang merupakan bagian tak terpisahkan dari BRI Group, BRI Finance mendapatkan dukungan penuh dalam membangun ekosistem pembiayaan yang solid dan terintegrasi. Sinergi yang kuat dalam ekosistem BRI ini memungkinkan BRI Finance untuk menjangkau spektrum nasabah yang lebih luas melalui jaringan kantor BRI yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Selain itu, sinergi ini juga memperkuat daya saing BRI Finance di pasar pembiayaan otomotif serta meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang ditawarkan.
Dukungan dari BRI Group tidak hanya memperkuat struktur pembiayaan BRI Finance, tetapi juga mengakselerasi pengembangan produk-produk inovatif seperti MobKas. Program ini menjadi solusi nyata dalam menyediakan akses keuangan yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan beragam masyarakat Indonesia yang ingin memiliki kendaraan pribadi berkualitas dengan harga yang terjangkau.
"Dengan dukungan penuh dari sinergi dalam ekosistem BRI Group, kami sangat optimistis bahwa mobil bekas dapat menjadi aset bernilai yang tidak hanya mendukung mobilitas dan produktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berkontribusi positif dalam mencapai tujuan finansial mereka," pungkas Wahyudi Darmawan, menutup penjelasannya dengan keyakinan akan potensi besar pasar mobil bekas dan peran strategis BRI Finance di dalamnya.
Berita Terkait
-
Bersama BRI, Inilah Kisah Ulos Penggerak Perempuan Tapanuli Utara yangInspirasi Indonesia
-
10 Mobil Bekas Harga Rp50 Jutaan: Spesifikasi dan Perkiraan Pajaknya
-
Banjir Gol! Persita Sikat Arema FC dalam Duel Menegangkan
-
BRImo Bukan Sekadar Aplikasi, Rahasia Raih Kebebasan Finansial di Genggaman!
-
Dompet Tertinggal? Ini Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu di ATM, Indomaret & AgenBRILink
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan