Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan dedikasinya dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar dapat berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah melalui pengembangan dan pemanfaatan platform digital LinkUMKM.
Platform inovatif ini dirancang sebagai solusi terpadu yang menyediakan akses mudah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka melalui berbagai fitur, mulai dari perluasan pasar, akses pembiayaan, program pelatihan yang komprehensif, hingga pendampingan usaha yang berkelanjutan.
LinkUMKM telah menjadi jembatan bagi ribuan pelaku usaha di berbagai penjuru negeri untuk memperluas cakupan bisnis mereka, menjangkau konsumen yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing produk.
Salah satu kisah sukses yang membuktikan efektivitas platform ini adalah perjalanan Jelita Puspa Agustin, pengusaha di balik brand makanan sehat Serela Food yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat. Dengan memanfaatkan beragam fitur yang tersedia di LinkUMKM, Jelita berhasil mengembangkan produknya secara signifikan dan meningkatkan skala bisnisnya dari usaha rumahan menjadi pemain di pasar online.
Pada tahun 2022 saya ingin mengembangkan usaha saya dan mulai bergabung di Rumah BUMN BRI. Sejak masuk pada ruang lingkup tersebut saya mendapatkan pelatihan-pelatihan usaha sampai akhirnya saya mengenal platform LinkUMKM dari BRI," kata dia.
Langkah awal Jelita bergabung dengan ekosistem BRI melalui Rumah BUMN menjadi titik balik dalam pengembangan usahanya, membukanya pada berbagai kesempatan belajar dan akhirnya menemukan solusi digital melalui LinkUMKM.
Ia memulai usaha pada tahun 2015 dengan fokus pada penjualan produk cokelat karakter yang unik dan cereal bar sehat. Seiring berjalannya waktu dan dengan dukungan dari LinkUMKM, Serela Food kini telah berhasil memperluas lini produknya secara signifikan.
Salah satu fitur andalan LinkUMKM yang memberikan dampak paling signifikan bagi perkembangan usaha Jelita adalah Smart UMKM. Fitur ini menyediakan serangkaian pelatihan digital yang dirancang untuk meningkatkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha.
Materi pelatihan yang tersedia sangat beragam, mencakup aspek-aspek krusial seperti strategi pengembangan usaha, kepemimpinan yang efektif, inovasi produk dan layanan, strategi pemasaran digital yang tepat sasaran, hingga pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: BRI Liga 1 Memanas! LIB Siaga Penuh Jaga Akhir Musim dari 'Main Mata'
Jelita mengungkapkan betapa berharganya fitur Smart UMKM bagi bisnisnya, "Setelah bergabung dengan LinkUMKM banyak manfaat yang saya rasakan, terutama belajar tentang strategi seperti branding, logo, legalitas usaha, dan kemasan. Saya juga bisa meningkatkan pengetahuan bisnis melalui modul pembelajaran dan juga mengikuti pelatihan yang tersedia baik online ataupun offline."
Melalui fitur ini, Jelita tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga wawasan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam mengembangkan Serela Food. Pemahaman yang lebih baik tentang branding, legalitas usaha, dan pengemasan yang menarik telah membantu Serela Food membangun citra merek yang kuat dan menarik perhatian konsumen di pasar online yang kompetitif.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa LinkUMKM dirancang sebagai sebuah ruang kolaborasi yang dinamis, bertujuan untuk membentuk sebuah ekosistem bisnis UMKM yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya ekosistem ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat saling terhubung, berbagi pengetahuan, dan tumbuh bersama.
Agustya Hendy Bernadi menjelaskan lebih lanjut, "Melalui LinkUMKM, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan pengelolaan dan pengembangan bisnis. Di antaranya adalah layanan pemasaran digital, informasi pembiayaan dan permodalan, pelatihan kewirausahaan, hingga koneksi jaringan usaha yang lebih luas."
Selain fitur Smart UMKM yang berfokus pada peningkatan kompetensi, LinkUMKM juga menyediakan berbagai fitur lain yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM, di antaranya adalah:
Rumah BUMN: Fitur ini menyajikan informasi lengkap mengenai berbagai program pelatihan dan produk unggulan yang berasal dari 54 titik Rumah BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan UMKM untuk mengakses berbagai program pendampingan dan pengembangan usaha yang diselenggarakan oleh BRI di berbagai daerah.
Media: Fitur ini menyediakan beragam konten informatif dan inspiratif dalam bentuk artikel, video, dan kisah sukses para pengusaha UMKM lainnya. Konten-konten ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru, motivasi, dan ide-ide kreatif bagi para pengguna platform.
Komunitas: Fitur ini memungkinkan para pelaku UMKM untuk bergabung dengan komunitas berdasarkan wilayah geografis atau jenis usaha yang serupa. Melalui komunitas ini, para pelaku usaha dapat saling berinteraksi, berbagi pengalaman, menjalin kolaborasi bisnis, dan memperluas jaringan pertemanan di kalangan pengusaha.
Etalase Digital: Fitur ini memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk mereka secara online dalam berbagai kategori yang relevan, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan tangan, hingga berbagai jenis produk dan layanan lainnya. Etalase digital ini membantu UMKM untuk meningkatkan visibilitas produk mereka di dunia maya dan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik.
Hingga saat ini, platform LinkUMKM telah berhasil menarik perhatian dan digunakan oleh lebih dari 11 juta pengguna di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa besar antusiasme dan kebutuhan para pelaku UMKM terhadap solusi digital yang terintegrasi seperti LinkUMKM.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Pinjaman, Mantri BRI Ini Ubah Nasib Perajin Gerabah Lombok
-
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan BRI Lindungi Masa Depan UMKM Kalimantan Selatan
-
BRI Kasih Diskon Spesial di GION Sushi Jangan Sampai Ketinggalan!
-
BRI Life Gandeng PNM, Tingkatkan Kesejahteraan Nasabah Ultra Mikro
-
Modal Jadi AgenBRILink Cukup Rp3 Juta, Potensi Untung Berlipat!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan