- BRI melalui program "BRI Peduli: Yok Kita Gas" mengadakan edukasi pengelolaan sampah di Jatikramat, Bekasi.
- Program ini melibatkan ratusan partisipan dalam sosialisasi dan praktik pemilahan sampah efektif serta inovasi daur ulang.
- Aksi tersebut menghasilkan 95,7 kg sampah terkumpul, mendukung Gerakan Indonesia ASRI dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bernama "BRI Peduli: Yok Kita Gas".
Program ini hadir sebagai solusi konkret dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi.
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, BRI menggelar rangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah di Bank Sampah Cantik Resik.
Kegiatan ini melibatkan ratusan partisipan, mulai dari pengurus bank sampah, siswa-siswi SMPN 23 Kota Bekasi, hingga warga setempat.
Pihak BRI memberikan pendampingan intensif mengenai inovasi produk daur ulang serta teknik pemilahan sampah yang efektif.
Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung prinsip reduce, reuse, dan recycle melalui lomba inovasi produk berbasis limbah.
Untuk mempermudah pengelolaan sampah rumah tangga di lokasi tersebut, BRI memberikan bantuan sarana pendukung berupa dua unit komposter untuk pengolahan pupuk, berbagai keranjang sampah anorganik, serta peralatan operasional lainnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan BRI terhadap Gerakan Indonesia ASRI, sebuah inisiatif strategis pemerintah untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkualitas.
"Program BRI Peduli 'Yok Kita Gas' di Jatikramat adalah bentuk kepedulian kami dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Ini adalah bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup pilar sosial, ekonomi, dan lingkungan," ujar Dhanny.
Baca Juga: BRI Optimalkan Super Apps BRImo dan 1,19 Juta Agen BRILink Selama Lebaran
Aksi nyata ini langsung membuahkan hasil. Dalam kegiatan tersebut, terkumpul total 95,7 kg sampah yang terdiri dari 8,18 kg sampah organik dan 87,52 kg sampah anorganik yang siap dikelola lebih lanjut.
Sejak diluncurkan pada 2021, "BRI Peduli: Yok Kita Gas" telah mencatatkan pencapaian signifikan yang tersebar di 117 lokasi di seluruh Indonesia.
Berbagai infrastruktur pendukung telah disalurkan, mulai dari mesin pengolah sampah, kendaraan pengangkut sampah, rumah maggot, hingga ribuan kantong pilah sampah.
Secara akumulatif, program ini telah berhasil mengelola ratusan juta kilogram sampah organik dan anorganik, serta menghasilkan ribuan liter pupuk organik dan ribuan unit kompos.
Selain itu, program ini tercatat berhasil memberikan kontribusi dalam reduksi emisi gas rumah kaca hingga lebih dari 2,3 juta kg CO2e.
Tag
Berita Terkait
-
Bank Rakyat Indonesia Gelar BRI Imlek Prosperity 2026, Pererat Relasi dengan Nasabah Top Tier
-
Satu Tahun Danantara: BRI Komitmen Perkuat Fondasi Pendidikan Nasional
-
BRI Perkuat Kolaborasi Strategis dengan IPB University, Dukung Inovasi Masa Depan
-
Kinerja BBRI di Tengah Kabar Dividen, Berapa Target Harga Sahamnya?
-
BRI Salurkan Bantuan Sembako Tahap Lanjutan untuk Korban Pergerakan Tanah di Sukabumi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim