- Investor asing mencatatkan *net sell* konsisten pada saham BBRI sejak 3 Maret 2026 dengan total akumulasi Rp1,43 triliun.
- Saham BBRI ditutup terkoreksi 0,28% pada Kamis (12/3/2026), namun menunjukkan pemulihan 0,50% pada Jumat (13/3/2026).
- BRI akan mengadakan RUPST pada 10 April 2026; dividen final diprediksi Rp187 per saham untuk tahun buku 2025.
Suara.com - Pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus menjadi pusat perhatian pasar modal. Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp153,55 miliar.
Fenomena keluarnya dana asing ini terpantau konsisten terjadi setiap hari sejak 3 Maret 2026, dengan akumulasi total net sell mencapai Rp1,43 triliun dalam kurun waktu tersebut.
Performa Harga dan Analisis Teknis
Pada penutupan perdagangan Kamis, harga saham bank BUMN ini terkoreksi tipis 0,28% ke level Rp3.570. Secara kumulatif, saham BBRI telah mengalami penurunan sebesar 6,05% dalam satu bulan terakhir.
Meski demikian, memasuki perdagangan hari ini, Jumat (13/3/2026), harga saham BBRI mulai menunjukkan pemulihan dengan menguat 0,50% ke posisi Rp3.590.
CGS International Sekuritas memberikan analisis teknis terkait batas aman dan target penguatan saham ini. Jika tren pelemahan kembali berlanjut, saham BBRI memiliki titik dukung (support) pertama di level 3.557 dan support kedua di 3.543.
Sebaliknya, apabila tren pembalikan arah menguat, target resistansi terdekat berada di angka 3.597, dengan potensi penguatan lebih lanjut menuju resistansi kedua di level 3.623.
Momentum krusial bagi pemegang saham akan terjadi pada 10 April 2026, di mana BRI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Pemanggilan rapat secara resmi dilakukan tepat hari ini, Jumat (13/3/2026). Agenda utama yang paling dinantikan investor adalah penetapan alokasi laba bersih untuk tahun buku 2025.
Baca Juga: Berkah di Hari Fitri: BRI Fasilitasi Mudik Gratis Lewat Program 'Mudik Aman Berbagi'
Berdasarkan prediksi Phintraco, BRI diperkirakan akan membagikan dividen final sebesar Rp187 per saham. Estimasi ini merujuk pada rasio pembayaran (dividend payout ratio) sebesar 85% dengan tingkat imbal hasil (yield) sekitar 5,1%.
Rekam Jejak Dividen BBRI
Sebagai emiten yang dikenal royal terhadap pemegang saham, BRI telah membayar dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp137 per saham atau total Rp20,6 triliun pada 15 Januari 2026 lalu.
Secara historis, BRI konsisten memberikan deviden di atas 80% dari perolehan laba bersihnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2023, total dividen mencapai Rp319 per saham, dan untuk tahun buku 2024 diproyeksikan mencapai total Rp343,40 per saham.
Berita Terkait
-
Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun, Segini Bocoran Dividen
-
BRI Salurkan Bantuan Sembako Tahap Lanjutan untuk Korban Pergerakan Tanah di Sukabumi
-
Cara Setor Tunai ATM BRI Tanpa dan Dengan Kartu
-
BRI Super League: Ditahan Persijap, Pelatih PSIM Yogyakarta Evaluasi Bola Mati
-
Berkah di Hari Fitri: BRI Fasilitasi Mudik Gratis Lewat Program 'Mudik Aman Berbagi'
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana