- Deposito tetap menjadi pilihan investasi aman di Indonesia berkat jaminan LPS dengan tingkat bunga penjaminan 3,50 persen.
- Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen guna menjaga stabilitas likuiditas dan performa perbankan nasional saat ini.
- BRI menawarkan suku bunga deposito kompetitif hingga 3,50 persen untuk tenor tiga bulan selama bulan April tahun 2026.
Suara.com - Di tengah dinamika pasar keuangan global yang seringkali diwarnai volatilitas, instrumen deposito perbankan tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu primadona investasi bagi masyarakat Indonesia.
Kombiansi antara keamanan aset, kepastian nilai pengembalian, serta imbal hasil yang relatif stabil menjadi alasan utama mengapa investor, mulai dari kelompok usia produktif hingga profesional senior, tetap menempatkan sebagian dana mereka di instrumen simpanan berjangka ini.
Keunggulan utama deposito terletak pada karakteristiknya yang defensif terhadap fluktuasi pasar yang ekstrem, berbeda dengan aset berisiko tinggi seperti saham atau kripto yang cenderung fluktuatif.
Keamanan ini semakin diperkuat dengan peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Saat ini, tingkat bunga penjaminan LPS berada pada level 3,50%, memberikan rasa tenang bagi nasabah bahwa dana mereka terlindungi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Faktor makroekonomi turut memegang peranan penting dalam menjaga performa instrumen perbankan. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ruang likuiditas di industri perbankan nasional.
Kebijakan ini memberikan kepastian bagi pihak bank dalam mengelola biaya dana (cost of fund) sekaligus menentukan tingkat bunga simpanan yang tetap kompetitif bagi nasabah.
Kondisi likuiditas yang terjaga memungkinkan perbankan untuk menawarkan produk simpanan dengan imbal hasil yang menarik tanpa harus mengorbankan rasio kesehatan keuangan bank.
Sebagai salah satu institusi perbankan terbesar di tanah air, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus melakukan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, terutama kelompok usia 18-45 tahun yang sangat lekat dengan teknologi digital. BRI memberikan fleksibilitas akses yang memudahkan nasabah dalam membuka rekening deposito.
Bagi nasabah yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan, pembukaan deposito melalui layanan perbankan internet atau aplikasi mobile banking dapat dilakukan dengan setoran awal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari satu juta rupiah.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Perbatasan, BRI Hadirkan Layanan Money Changer Resmi di PLBN Motaain
Sementara itu, bagi nasabah yang lebih nyaman melakukan konsultasi langsung, pembukaan melalui unit kerja fisik atau kantor cabang tetap dilayani dengan ketentuan setoran awal minimal sebesar sepuluh juta rupiah.
Suku Bunga Deposito BRI April 2026
Memasuki minggu keempat di bulan April 2026, BRI mencatatkan penawaran suku bunga yang cukup variatif dan kompetitif, terutama untuk penempatan dana jangka pendek.
Penawaran ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang memerlukan fleksibilitas likuiditas namun tetap mengharapkan pertumbuhan nilai dana yang optimal.
Untuk tenor satu bulan, suku bunga yang ditawarkan berada pada kisaran 3,25% hingga 3,35%. Perbedaan angka ini sangat bergantung pada nominal simpanan yang ditempatkan oleh nasabah.
Namun, perhatian utama para investor tertuju pada tenor tiga bulan. Pada jangka waktu ini, BRI menawarkan imbal hasil tertinggi yang mencapai 3,50% secara merata untuk berbagai tingkatan nominal.
Angka ini dinilai sangat menarik karena berada tepat di batas tingkat bunga penjaminan LPS, menjadikannya pilihan yang paling efisien dari sisi manajemen risiko dan imbal hasil.
Sementara itu, untuk penempatan dana jangka menengah hingga panjang dengan tenor 6, 12, 24, hingga 36 bulan, BRI menetapkan suku bunga konstan pada level 3,00%.
Penetapan suku bunga jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan tenor jangka pendek seringkali mencerminkan strategi bank dalam mengelola ekspektasi suku bunga di masa depan serta menjaga ketersediaan dana segar dalam jangka pendek untuk kebutuhan operasional maupun penyaluran kredit.
Tag
Berita Terkait
-
Borneo FC dan Persija Jakarta Menang di Pekan ke-28, Bojan Hodak Tanggapi Santai
-
Cara Makan Enak di Kaneko Hannosuke Tanpa Bikin Kantong Bolong, Pakai Promo BRI!
-
Wujudkan Mobil Impian dengan KKB BRI
-
Jelang Akhir Musim, Umuh Muchtar Ingatkan Pemain Persib Bandung Fokus dan Waspada
-
Gaya Belanja Berkelas, Sentuhan Ikonik BRI Debit FC Barcelona
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?
-
KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes
-
Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri
-
Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari
-
Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65
-
Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg
-
AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial
-
Purbaya Terbitkan Panda Bond 23 Juli, Target Kantongi Utang Rp 17,8 T dari China