Bri / News
Kamis, 30 April 2026 | 13:33 WIB
Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun pada Triwulan I 2026, tumbuh 13,7% secara year-on-year.
  • Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh efisiensi biaya dana, peningkatan dana murah, serta penyaluran kredit UMKM yang mencapai Rp1.211 triliun.
  • Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa performa solid ini dicapai melalui pengelolaan aset yang terjaga di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali membuktikan ketangguhan fundamental bisnisnya. Di tengah eskalasi konflik geopolitik yang memicu ketidakpastian ekonomi dunia, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun pada Triwulan I 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan positif sebesar 13,7% secara year-on-year (yoy).

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Kamis (30/4/2026), menyatakan bahwa performa solid ini merupakan hasil dari pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana (cost of fund) yang efisien, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Meskipun risiko global meningkat secara signifikan akibat tensi geopolitik, Hery menilai perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan yang kuat.

Dukungan dari sisi permintaan, pasokan, serta kebijakan fiskal yang terukur menjadi bantalan (buffer) terhadap volatilitas global.

"Industri perbankan nasional pun tetap berada dalam kondisi stabil. Likuiditas yang memadai dan risiko yang terkendali memberikan ruang bagi kami untuk terus melakukan ekspansi secara pruden," jelas Hery Gunardi.

Dominasi Dana Murah dan Pertumbuhan Kredit UMKM

Keberhasilan BRI dalam menjaga momentum pertumbuhan didukung oleh dua pilar utama: pendanaan dan penyaluran kredit.

  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Mencapai Rp1.555 triliun (naik 9,4% yoy). Pendorong utama adalah pertumbuhan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) yang melonjak 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun.
  • Penyaluran Kredit: Total kredit tumbuh 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun. Segmen UMKM tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi mencapai Rp1.211 triliun.
  • Total Aset: Meningkat 7,2% yoy hingga menyentuh angka Rp2.250 triliun.

Efisiensi Operasional dan Kualitas Aset

Dari sisi operasional, BRI mencatatkan laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) sebesar Rp32,2 triliun (tumbuh 7,7% yoy). Efisiensi ini didorong oleh penurunan cost of fund dari 3% menjadi 2,3% berkat strategi penguatan dana murah.

Baca Juga: Ribet Urus Tagihan Bulanan? Pakai BRImo, Semua Jadi Lebih Simpel dan Praktis!

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan yang berarti. Rasio Loan at Risk (LAR) berhasil ditekan dari 11,1% pada tahun lalu menjadi 9,7% pada periode ini. Hal ini secara otomatis mengerek profitabilitas perusahaan:

  1. Return on Assets (ROA): Meningkat menjadi 2,8%.
  2. Return on Equity (ROE): Naik signifikan dari 17,1% menjadi 18,4%.

Ke depan, melalui transformasi BRIvolution Reignite, BRI berkomitmen untuk memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh (end-to-end). Pendekatan ini mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi ke pasar digital guna menciptakan pertumbuhan inklusif.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus diikuti dengan dampak yang nyata. Transformasi ini diarahkan untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk pemegang saham,” pungkas Hery.

Load More