- BRI Kanwil Malang menyalurkan KUR sebesar Rp5,557 triliun kepada 117.387 debitur UMKM hingga akhir kuartal pertama tahun 2026.
- Penyaluran dana tersebut mencakup area operasional luas di Jawa Timur melalui koordinasi 25 kantor cabang BRI setempat.
- Sektor perdagangan, pertanian, dan perikanan mendominasi penyaluran kredit untuk memperkuat ekonomi daerah serta produktivitas para pelaku usaha.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Malang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga akhir kuartal pertama tahun 2026, realisasi penyaluran modal usaha di wilayah ini tercatat telah menjangkau ratusan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Regional Micro Banking Head BRI Kanwil Malang, Tito Witarnawan, mengungkapkan bahwa total dana KUR yang telah dikucurkan mencapai Rp5,557 triliun. Dukungan finansial tersebut telah didistribusikan kepada 117.387 debitur yang tersebar di berbagai titik strategis di Jawa Timur.
"Penyaluran ini merupakan langkah konkret BRI dalam mendukung UMKM agar lebih produktif dan ekspansif. Peran ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi kami dalam memperkokoh ketahanan ekonomi di tingkat regional," jelas Tito di Kota Malang, Senin (4/5/2026).
Wilayah operasional BRI Malang mencakup area yang sangat luas, yang dikoordinasikan melalui 25 kantor cabang. Jangkauan ini meliputi wilayah ujung timur hingga bagian barat Jawa Timur, di antaranya:
Kawasan Tapal Kuda: Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Lumajang.
Malang Raya: Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Wilayah Mataraman: Kediri, Madiun, Blitar, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Wilayah Penyangga: Pasuruan.
Baca Juga: Jangan Asal Klik! BRI Bongkar Modus Penipuan Link KUR yang Incar Data Nasabah
Dominasi Sektor Produksi dan Perdagangan
Data penyaluran menunjukkan bahwa sektor-sektor esensial masih menjadi penggerak utama penyerapan kredit. Sektor perdagangan, pertanian, serta perikanan mendominasi dengan proporsi mencapai 47,29 persen dari keseluruhan total pinjaman yang disalurkan.
Tito menekankan bahwa kemudahan akses perbankan ini diselaraskan dengan agenda pemerintah pusat dalam melakukan pemerataan pembangunan nasional.
Dengan menguatkan UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah, diharapkan akan tercipta perputaran uang yang lebih merata dan berkelanjutan di tingkat lokal.
BRI Malang menyadari bahwa pertumbuhan UMKM tidak hanya bergantung pada suntikan modal fisik. Oleh karena itu, perseroan juga mengintensifkan program pendampingan dan pemberdayaan agar para debitur memiliki kapasitas manajerial yang lebih mumpuni dan bertanggung jawab.
“Kemajuan UMKM tidak hanya dilihat dari besaran modal yang diterima, tetapi juga dari keahlian pengusaha dalam mengelola bisnisnya secara berkelanjutan. Kami berkomitmen menjadi mitra tepercaya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah yang memiliki potensi unggulan,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Cak Imin Andalkan UMKM dan Ekraf Tekan Kemiskinan hingga 5 Persen
-
Nikmati Diskon dan Cashback Setiap Hari di Pepper Lunch dengan Promo BRI
-
Liburan Rombongan ke Cikole Jadi Murah Banget, Ada Promo Beli 5 Dapat 7 dari BRI
-
Promo BRI Spesial Yamaha, Beli Motor Impian dengan Cicilan 0 Persen
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan