News / Nasional
Senin, 04 Mei 2026 | 17:23 WIB
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menjadikan sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai instrumen utama untuk menekan angka kemiskinan nasional secara masif.
  • Menko Pemberdayaan Masyarakat menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 serta menekan angka kemiskinan maksimal 5 persen di 2029.
  • Pemerintah berupaya mendorong sepuluh juta warga agar bekerja di sektor formal atau menjadi pelaku usaha hingga tahun 2029.

Suara.com - Pemerintah menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu instrumen utama dalam upaya menekan angka kemiskinan nasional.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyebutkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 yang mendorong keterlibatan lintas kementerian dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 serta menekan angka kemiskinan hingga maksimal 5 persen pada 2029.

“Kementerian UMKM dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus bergerak untuk berkontribusi mengatasi kemiskinan ekstrem 2026 dan kemiskinan 5 persen maksimal di 2029,” ujar Cak Imin usai rapat tingkat menteri bersama Menteri UMKM dan Menteri Ekraf di Bloc Space, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, terdapat dua langkah utama yang akan ditempuh untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang bekerja di sektor formal maupun menjadi pelaku usaha.

“Kita ingin mendorong sampai 2029 minimal ada 10 juta warga kita bekerja secara formal atau menjadi pelaku usaha dan pengusaha,” tuturnya.

Cak Imin juga menegaskan bahwa upaya tersebut menjadi bagian dari kewajiban pemerintah untuk menggerakkan penanggulangan kemiskinan secara lebih masif melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penanggulangan kemiskinan bisa kita gerakkan secara masif melalui kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif,” kata dia.

Ia menyampaikan optimisme bahwa potensi masyarakat dapat didorong menjadi lebih berdaya dan mandiri melalui penguatan kedua sektor tersebut.

“Insyaallah kita akan bekerja terus untuk itu dan melalui UMKM dan ekonomi kreatif kita yakin kita bisa menggerakkan potensi yang tinggi di masyarakat untuk berdaya dan mandiri,” pungkasnya.

Baca Juga: Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Load More