Bisnis / Keuangan
Senin, 04 Mei 2026 | 17:46 WIB
Kredit Commercial BRI mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai Rp61,4 triliun pada tahun 2025, tumbuh sebesar Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia membukukan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 14 persen secara tahunan.
  • Pertumbuhan laba didorong oleh fokus pada segmen mikro dan ultra-mikro serta perbaikan signifikan pada biaya kredit perseroan.
  • Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp4.800 per lembar untuk tahun 2026.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI mengawali tahun 2026 dengan performa keuangan yang impresif. Emiten perbankan yang berfokus pada segmen mikro ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun sepanjang kuartal I 2026.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 14% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Pencapaian ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar modal karena menunjukkan daya tahan profitabilitas BBRI di tengah kondisi industri perbankan nasional yang tengah menghadapi tekanan margin.

Keberhasilan perseroan dalam menjaga pertumbuhan dua digit ini sekaligus memperkuat posisi BBRI sebagai salah satu pemimpin pasar di sektor keuangan Indonesia.

Berdasarkan riset terbaru dari PT Ciptadana Sekuritas Asia yang dirilis akhir April lalu, pertumbuhan laba BBRI didorong oleh performa pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tumbuh solid sebesar 12% secara tahunan.

Strategi perseroan yang tetap fokus pada segmen mikro dan ultra-mikro terbukti menjadi mesin pertumbuhan utama.

Salah satu indikator yang paling menonjol adalah tingkat margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) yang tercatat berada di level 8,2%. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4 basis poin secara tahunan.

Sisi manajemen risiko juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Indikator Cost of Credit (CoC) atau biaya kredit turun menjadi 3,3% dibandingkan posisi tahun lalu yang sebesar 3,8%.

Penurunan ini menjadi indikator positif bagi investor bahwa kualitas aset bank mulai stabil dan tekanan terhadap cadangan kerugian mulai mereda.

Baca Juga: Promo BRI Spesial Yamaha, Beli Motor Impian dengan Cicilan 0 Persen

Perbaikan kualitas aset ini memberikan ruang lebih luas bagi bank untuk mengalokasikan labanya guna memperkuat permodalan atau dibagikan sebagai dividen.

Rekomendasi Analis: Target Harga Rp4.800

Melihat fundamental yang kuat pada awal tahun, analis dari Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi "Buy" atau beli untuk saham BBRI.

Target harga yang ditetapkan berada di level Rp4.800 per lembar saham. Valuasi ini didasarkan pada proyeksi Price to Book Value (P/BV) sekitar 2,2 kali untuk tahun buku 2026.

Keyakinan analis didukung oleh beberapa faktor kunci, di antaranya adalah ketahanan margin bunga serta laju pertumbuhan kredit yang mencapai 14% YoY. Menariknya, porsi penyaluran kredit pada segmen ultra-mikro kini terus meningkat dan telah berkontribusi sebesar 14,9% dari total portofolio pinjaman.

Segmen ini sangat strategis karena memberikan imbal hasil (yield) yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kredit korporasi yang memiliki margin lebih tipis.

Load More