Bri / News
Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:18 WIB
Ilustrasi peran BRI Group. [Dok PNM]
Baca 10 detik
  • BRI Regional Office Surabaya menyalurkan KUR senilai Rp3,839 triliun kepada 89.592 debitur UMKM di Jawa Timur hingga April 2026.
  • Pembiayaan difokuskan pada sektor perdagangan, jasa, dan pertanian dengan realisasi mencapai 96,64 persen dari total modal yang disalurkan.
  • BRI memberikan pendampingan usaha dan edukasi digital agar pelaku UMKM di Jawa Timur mampu meningkatkan kapasitas bisnis secara berkelanjutan.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office (RO) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi akar rumput di Jawa Timur.

Hingga periode April 2026, BRI RO Surabaya tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai total mencapai Rp3,839 triliun. Program pembiayaan bersubsidi ini menyasar sebanyak 89.592 debitur yang mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah agresif dalam penyaluran modal kerja ini merupakan bagian dari strategi besar BRI untuk memastikan para pelaku usaha tetap produktif dan memiliki ruang untuk berkembang di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif.

Kehadiran akses permodalan yang mudah dan terjangkau dipandang sebagai katalisator utama bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Regional Micro Banking Head BRI Region Surabaya, Rahadi Kristiyono, mengungkapkan bahwa penyaluran KUR pada empat bulan pertama tahun ini sangat terkonsentrasi pada sektor-sektor strategis. Tercatat, sektor perdagangan, jasa, dan pertanian mendominasi porsi pembiayaan hingga mencapai 96,64 persen dari total modal yang dikucurkan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian,” jelas Rahadi dalam sesi konferensi pers yang digelar di Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Pemusatan pada sektor produktif ini bukan tanpa alasan. Sektor pertanian dan perdagangan dianggap sebagai tulang punggung ekonomi lokal di Jawa Timur yang memiliki daya tahan tinggi terhadap fluktuasi ekonomi global.

Dengan memberikan dukungan finansial pada sektor ini, BRI berupaya menciptakan efek domino yang positif bagi ketersediaan lapangan kerja dan stabilitas pasokan pangan maupun jasa di tingkat daerah.

Dalam pemetaan distribusi geografis, Kabupaten Lamongan muncul sebagai wilayah dengan serapan KUR tertinggi di bawah naungan Regional Office Surabaya.

Baca Juga: Inovasi Digital BRI Group Tembus Rekor Baru, Tabungan dan Deposito Emas Tembus 22 Ton

Sebanyak 10.596 debitur di wilayah tersebut telah menerima manfaat dari program ini. Tingginya angka debitur di Lamongan mencerminkan potensi kewirausahaan yang besar di daerah tersebut, terutama pada sektor pertanian dan perdagangan mikro yang menjadi karakteristik wilayah Pantura.

Selain memperluas jangkauan pembiayaan, Rahadi menegaskan bahwa fokus BRI tidak hanya berhenti pada pemberian angka di atas kertas. Bank plat merah ini juga menjalankan mandat untuk meningkatkan kompetensi para pelaku usaha melalui berbagai program pemberdayaan.

Strategi ini bertujuan agar UMKM tidak sekadar bertahan hidup, tetapi mampu mengelola bisnis mereka secara berkelanjutan (sustainable).

Dukungan yang diberikan kepada hampir 90 ribu debitur tersebut mencakup aspek yang lebih luas dari sekadar modal. BRI RO Surabaya secara konsisten melakukan pendampingan usaha dan edukasi finansial.

Pendekatan ini diambil guna memastikan para pelaku usaha memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengelola arus kas, serta memahami tanggung jawab dalam pengembangan bisnis.

BRI, sebagai motor penggerak pembangunan inklusif, memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi pemerintah dalam menjawab tantangan kesenjangan ekonomi di tingkat daerah.

Load More