- Bank Indonesia menghadirkan QRIS Cross-Border untuk memudahkan transaksi pembayaran nontunai antarnegara bagi wisatawan.
- BRI mengintegrasikan fitur QRIS Cross-Border pada aplikasi BRImo yang berlaku mulai Mei 2026 di enam negara Asia.
- Sistem pembayaran digital ini memperkuat konektivitas ekonomi, mendongkrak pariwisata, serta membantu pelaku UMKM lokal di negara tujuan.
Suara.com - Salah satu kendala klasik yang sering dihadapi oleh para pelancong lintas negara adalah repotnya mengestimasi dan menukarkan uang tunai ke mata uang asing di money changer.
Namun, seiring dengan masifnya digitalisasi sistem keuangan ritel global, hambatan tersebut kini berhasil dikikis.
Langkah kolaboratif Bank Indonesia (BI) bersama bank sentral negara-negara mitra dalam menghadirkan standarisasi pembayaran lintas negara melalui QRIS Cross-Border telah membawa babak baru bagi ekosistem finansial nasional.
Inisiatif interkoneksi ini tidak hanya mempermudah turis asing yang berkunjung ke tanah air, tetapi juga memberikan keleluasaan bagi warga negara Indonesia untuk bertransaksi di luar negeri hanya dengan mengandalkan gawai di tangan.
Merespons potensi besar tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut mengintegrasikan keunggulan teknologi ini ke dalam aplikasi super apps andalannya, BRImo.
Mulai periode Mei 2026, nasabah BRI sudah dapat menikmati perluasan jangkauan transaksi nontunai internasional secara berkelanjutan tanpa batas waktu kedaluwarsa.
Daftar Negara Mitra dan Dampak Ekonomi bagi Sektor Ritel
Kehadiran fitur QRIS Cross-Border di dalam aplikasi BRImo kini telah menjangkau enam destinasi utama di kawasan Asia yang kerap menjadi tujuan favorit masyarakat Indonesia.
Negara-negara tersebut meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China, hingga Korea Selatan. Ketika berada di negara tujuan, nasabah cukup memastikan bahwa toko atau merchant yang dikunjungi memiliki logo mitra resmi penyeberangan batas (QRIS Cross-Border).
Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
Implementasi sistem pembayaran berbasis kode respons cepat ini tidak sekadar menawarkan kenyamanan bagi para pelancong individu.
Di tingkat makro, integrasi sistem pembayaran digital regional ini terbukti memperkuat konektivitas ekonomi antarnegara, mendongkrak geliat sektor pariwisata pascapandemi, serta mempercepat inklusi keuangan.
Menariknya, sistem ini juga ramah terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di negara tujuan, karena mereka kini dapat menerima pembayaran langsung dari wisatawan asing tanpa memerlukan mesin EDC yang rumit.
Berita Terkait
-
Nonton Bioskop Berdua Tidak Boros! BRI Bagi-Bagi Promo Beli 1 Dapat 2 di Cinepolis
-
Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang
-
Di Balik Layar Kesuksesan UMKM, Sosok Mantri BRI yang Tak Lelah Mendampingi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto
-
Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun
-
DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik