Bri / News
Senin, 27 Juli 2026 | 12:53 WIB
QRIS BRI; BRImo [Suara.com/BRI]
Baca 10 detik
  • Sejak 2024, UMKM Sahate asal Bandung mengikuti pelatihan LinkUMKM BRI untuk meningkatkan kualitas produknya.
  • Transformasi digital BRI membantu Sahate memperluas jangkauan pemasaran ke marketplace, pameran, dan kemitraan daerah.
  • Produk keripik beras Sahate berhasil lolos kurasi ekspor ke Denmark serta Hong Kong.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing tinggi hingga ke pasar global.

Salah satu kisah sukses dari program pendampingan berkelanjutan ini datang dari Sahate, UMKM produsen camilan sehat asal Bandung yang dirintis oleh Lince Sulastri sejak 2022.

Fokus memproduksi keripik dan kue kering berbahan dasar beras yang gluten-free dan rendah gula, Sahate awalnya hanyalah usaha kecil dari dapur rumahan.

Namun, potensi bisnis ini semakin melesat setelah Lince bergabung dengan platform pemberdayaan LinkUMKM besutan BRI pada tahun 2024.

Bagi Lince, LinkUMKM tidak sekadar platform, melainkan ruang interaktif untuk berjejaring, bertukar pengalaman antar-pelaku usaha, serta mempelajari strategi membedah peluang pasar yang sebelumnya tak terpikirkan.

Melalui program pelatihan tersebut, Sahate berhasil membenahi kualitas produk dan metode pemasarannya. Tidak hanya dari sisi strategis, ekosistem digital BRI juga membantu efisiensi operasional harian Sahate.

“Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian,” jelas Lince terkait transformasi digital pada usahanya.

Apresiasi BRI untuk Semangat UMKM Lokal

Dampak dari transformasi operasional dan pemasaran yang tepat guna ini terbukti membuahkan hasil manis. Produk Sahate kini sukses memperluas jangkauan ke berbagai marketplace, pameran, serta kemitraan daerah.

Baca Juga: Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Puncaknya, produk keripik beras Sahate dinyatakan lolos kurasi untuk peluang ekspor ke Denmark dan Hong Kong. Untuk mendukung ekspansi tersebut, Sahate kini tengah mempersiapkan standarisasi internasional melalui sertifikasi HACCP.

Melihat rekam jejak tersebut, Corporate Secretary BRI, Dhanny, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai perjalanan bisnis Sahate adalah cerminan nyata dari potensi besar pengusaha lokal jika difasilitasi dengan wadah edukasi dan ekosistem bisnis yang mumpuni.

“Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Melalui LinkUMKM, BRI ingin membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Dhanny.

Load More