Bri / News
Senin, 27 Juli 2026 | 07:46 WIB
Ilustrasi. [BRI]
Baca 10 detik
  • Hingga Juni 2026, total penyaluran KUR di Nusa Tenggara Timur mencapai Rp1,714 triliun kepada 33.460 debitur.
  • Bank BRI mendominasi penyaluran KUR di NTT sebesar Rp1,416 triliun kepada 31.069 debitur atau 82,6 persen.
  • Penyaluran KUR di wilayah tersebut didominasi oleh sektor perdagangan besar serta sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan peran strategisnya sebagai agen pembangunan nasional dengan menjadi motor penggerak utama penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga akhir Juni 2026, BRI mencatatkan porsi terbesar dalam memperkuat permodalan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kepulauan tersebut.

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, total realisasi KUR di NTT hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp1,714 triliun yang terdistribusi kepada 33.460 debitur.

Angka ini mengalami pertumbuhan pesat sebesar Rp350,41 miliar atau naik 25,68 persen secara tahunan (year-on-year).

Dari total capaian provinsi tersebut, Bank BRI mendominasi secara signifikan dengan merealisasikan pembiayaan sebesar Rp1,416 triliun kepada 31.069 debitur. Capaian ini menegaskan bahwa mayoritas atau sekitar 82,6 persen dana KUR di NTT disalurkan melalui jaringan BRI.

Jaringan Luas BRI Menjadi Kunci Keberhasilan

Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT, Adi Setiawan, mengapresiasi kontribusi dan daya jangkau PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mampu menembus hingga ke area pedalaman dan pulau-pulau terpencil.

"BRI menjadi penyalur terbesar. Ini menarik karena tidak semua bank memiliki jangkauan hingga ke wilayah-wilayah yang cukup jauh," ujar Adi Setiawan di Kupang, dikutip dari Antara.

Keunggulan infrastruktur dan keberadaan unit kerja BRI hingga tingkat pedesaan dinilai menjadi faktor penentu suksesnya penyerapan program KUR APBN ini. Secara umum, pembiayaan skema KUR Mikro menjadi pendorong utama dengan total nilai penyaluran mencapai Rp1,245 triliun untuk 31.671 debitur.

Baca Juga: Promo KPR BRI dan Pilihan Suku Bunga Berjenjang Hingga Juli 2026

Dari sisi sektoral, penyaluran KUR di NTT masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi Rp816,35 miliar (47,62%), disusul oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp354,92 miliar (20,70%).

Secara geografis, penyerapan anggaran KUR tertinggi berada di Kota Kupang dengan nilai Rp207,95 miliar (2.363 debitur), sementara penyaluran terendah tercatat di Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp2,25 miliar (48 debitur). Selain KUR untuk modal kerja dan investasi usaha, fasilitas KUR Kredit Perumahan (KUR-KPP) juga tersalurkan sebesar Rp172,05 miliar.

Ke depan, DJPb bersama jaringan perbankan penyalur—terutama BRI—berkomitmen menggenjot penetrasi pembiayaan ke sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian NTT.

Meski menghadapi tantangan curah hujan dan siklus musiman lahan kering, perbankan akan terus menyesuaikan potensi modal dengan kebutuhan para petani.

Sinergi antara pemerintah melalui dana APBN dan dominasi jaringan operasional BRI diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur sepanjang semester II tahun 2026.

Load More