Bri / News
Senin, 27 Juli 2026 | 11:50 WIB
Keripik Beras Sahate UMKM BRI [BRI]
Baca 10 detik
  • Pada tahun 2022 di Kota Bandung, Lince Sulastri mendirikan usaha camilan sehat bernama Sahate.
  • Sejak bergabung dengan platform LinkUMKM pada tahun 2024, Lince berhasil memperluas jaringan pemasaran bisnisnya.
  • Kini, produk camilan Sahate sukses menembus pasar internasional dan sedang mengurus sertifikasi HACCP.

Suara.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa krisis, tetapi juga memunculkan berbagai peluang usaha baru seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat menjadi inspirasi bagi Lince Sulastri, seorang ibu rumah tangga asal Kota Bandung, untuk merintis usaha camilan bernama Sahate pada tahun 2022.

Berawal dari dapur rumahnya, Lince bereksperimen mengolah beras menjadi aneka keripik dan kue kering. Ia berfokus pada produk camilan yang tidak sekadar enak, tetapi juga gluten-free (bebas gluten) dan rendah gula, namun tetap mempertahankan tekstur yang gurih dan renyah.

Tanpa disangka, produk skala rumahan tersebut mendapat respons positif. Pelanggan terus berdatangan dan pesanan perlahan meningkat tajam.

Seiring bertumbuhnya permintaan pasar, Lince menyadari bahwa mempertahankan rasa saja tidak cukup untuk membesarkan bisnis. Ia membutuhkan wawasan manajemen dan strategi pemasaran yang lebih matang. Titik balik perkembangannya terjadi pada tahun 2024 ketika ia memutuskan untuk bergabung dengan platform LinkUMKM.

“Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran sekaligus belajar mengembangkan usaha,” ungkap Lince.

Melalui pelatihan dan pendampingan di LinkUMKM, Lince mulai membenahi operasional bisnisnya, dari peningkatan kualitas produk hingga strategi penetrasi pasar. Kini, produk keripik beras Sahate tidak hanya laris manis di marketplace dan berbagai pameran, tetapi juga sukses menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra di berbagai daerah.

Prestasi paling membanggakan bagi Sahate adalah keberhasilannya lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke kancah internasional, yakni ke Denmark dan Hong Kong. Sebagai bentuk keseriusan merambah pasar global, saat ini Lince tengah berproses untuk mendapatkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).

Di balik kesuksesan tersebut, Lince tetap memegang teguh visi sosialnya. “Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Baca Juga: Promo BRI, Beli Buku di Gramedia Ini Dapat Diskon 20 Persen!

Load More