- Sebanyak lima puluh Pekerja Migran Indonesia mengikuti program kewirausahaan BRI Peduli di Keelung City pada Minggu, 26 Juli.
- Program tersebut memberikan pelatihan pengelolaan keuangan, investasi, dan strategi bisnis untuk mengatasi kerentanan ekonomi pasca-migrasi.
- Peserta yang kembali ke Indonesia berpeluang memperoleh dukungan pembiayaan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat dari Bank BRI.
Suara.com - Mimpi untuk pulang dan berkarya di negeri sendiri itulah yang kini sedang dirajut oleh puluhan migran Indonesia di Keelung City, Taiwan.
Sevi Astinih, seorang perantau asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tak mampu menyembunyikan rasa antusiasmenya saat berkumpul bersama rekan-rekan sesama pekerja migran di Heelung District Fishermen’s Association pada Minggu (26/07).
Hari itu menjadi titik awal yang penting bagi Sevi dan 49 PMI lainnya yang terpilih mengikuti program pemberdayaan kewirausahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.
Bagi Sevi, pertemuan tersebut bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan ruang perjumpaan yang mempertemukan para perantau dengan frekuensi semangat dan visi masa depan yang serupa.
"Adanya acara ini sangat menyenangkan karena kami mendapat banyak pengalamandan teman-teman baru sesama PMI di Taiwan. Melalui kegiatan ini, kami belajarbagaimana mengelola pendapatan, menyusun perencanaan keuangan, hinggamemahami pentingnya investasi dan tabungan. Semua materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami," tutur Sevi.
Sebelum mengikuti program ini, Sevi sebenarnya pernah merintis usaha di tanah air, namun terpaksa tertunda akibat berbagai kendala teknis dan keterbatasan modal. Kehadiran mentor dari BRI yang membimbing cara mengelola kelebihan pendapatan serta menyusun strategi rancangan usaha membuat keberaniannya untuk kembali berbisnis kian menyala.
"Saya memiliki cita-cita untuk kembali mengembangkan usaha saya di Indonesia yang sempat tertunda. Semoga teman-teman PMI lainnya juga semakin termotivasi. Saya merasa senang karena BRI Peduli bukan hanya hadir mendukung kami selama bekerjadi luar negeri, tetapi juga mempersiapkan kehidupan kami setelah kembali keIndonesia," ujar Sevi.
Program pemberdayaan yang dirasakan oleh Sevi memang dirancang secara khusus untuk menjawab kerentanan pasca-migrasi yang kerap dialami para pekerja. Selama ini, banyak migran mengalami kebingungan saat masa kontrak kerja habis karena kurangnya pembekalan manajemen usaha.
Mengatasi kesenjangan tersebut, BRI Peduli menyuguhkan serangkaian modul pelatihan yang menyentuh akar permasalahan bisnis.
Baca Juga: Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
Para peserta dibimbing dari nol, mulai dari pembentukan pola pikir wirausaha, validasi kelayakan ide, perencanaan keuangan, teknik produksi, hingga pemanfaatan pemasaran digital dan branding.
Guna memastikan kelangsungan ilmu yang didapat, BRI juga memberikan skema pendampingan bisnis secara modular agar setiap progres usaha peserta dapat dipantau secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa keberpihakan kepada para pekerja migran adalah manifestasi nyata dari upaya perseroan menciptakan kemandirian sosial dan ekonomi bangsa secara inklusif.
"BRI meyakini bahwa remitansi yang dihasilkan oleh para PMI tidak hanya menjadisumber penghidupan keluarga, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangunusaha yang produktif dan berkelanjutan," ujar Dhanny.
Dhanny menilai bahwa transformasi hasil keringat para migran dari sekadar dana konsumsi menjadi modal produktif memerlukan bimbingan yang terstruktur.
"Kami berharap wadah ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta. Melaluiinisiatif ini, BRI ingin mendorong Pekerja Migran Indonesia tidak hanya sukses selamabekerja di luar negeri, tetapi juga siap menjadi wirausahawan mandiri yang mampumenciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerahasalnya," tegas Dhanny.
Guna melengkapi ekosistem pemberdayaan tersebut, Bank BRI turut membuka jalur kemudahan layanan perbankan yang berkesinambungan. Selain fasilitas pengiriman uang (remitansi) dan produk tabungan, peserta yang telah menyelesaikan pendampingan dan kembali ke Indonesia berpeluang mendapatkan dukungan pembiayaan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berita Terkait
-
Corporate Secretary BRI Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026
-
Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Lowongan Kerja BRI Area Jawa Tengah Resmi Dibuka, Catat Jadwal dan Lokasinya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Merajut Mimpi Pulang Kampung: Kisah Sevi dan 50 PMI Taiwan Rintis Usaha Bersama BRI
-
Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day
-
Tiga Tahun Beruntun, PT Importa Jaya Abadi Sabet Top Brand Award 2026 Kategori Furniture Besi
-
Saat Bankir, Ekonom hingga Bos BUMN Tinggalkan Jas, Lalu Naik Panggung Ketoprak
-
Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo
-
Profil Syerly Salim, Lurah Paya Pasir Viral Sindir Warga yang Ngeluh soal Penerangan Jalan
-
Modus TPPO Makin Beragam, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Revisi UU
-
Siap-siap War Tiket Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Kuota Terbatas Hanya 8.100 Orang
-
Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman
-
Fenomena Purnama Buck Moon Akhir Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar!