- PT Bank Rakyat Indonesia menghadirkan layanan perbankan digital dan KUR untuk mengatasi keterbatasan akses modal di Pulau Kelang, Maluku.
- Pemberian kredit usaha membuat petani dan nelayan mampu memperbarui peralatan tangkap serta memasarkan komoditas langsung ke Kota Ambon.
- Peningkatan pendapatan masyarakat berdampak pada kestabilan keuangan keluarga dan kemampuan membiayai pendidikan anak hingga jenjang TNI.
Suara.com - Upaya pemerataan akses keuangan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat.
Salah satu bukti keberhasilan tersebut terlihat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, di mana kehadiran penjaminan perbankan mampu menggerakkan roda ekonomi warga lokal secara mandiri.
Sebelum masuknya jaringan perbankan resmi, masyarakat di wilayah kepulauan seperti Pulau Kelang kerap menghadapi kendala besar dalam mengembangkan potensi usaha.
Jarak geografis yang jauh menuju pusat kota di Ambon atau Masohi kerap menjadi penghalang utama bagi petani dan nelayan untuk mengakses modal usaha formal. Akibatnya, warga rentan terjerat praktik pinjaman tidak resmi dengan bunga tinggi maupun penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Guna mengatasi persoalan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menugaskan tenaga pemasar perbankan atau Mantri BRI dari Unit Piru (Cabang Masohi) untuk melakukan penetrasi pasar secara langsung. Langkah awal yang dieksekusi di lapangan adalah membangun infrastruktur transaksi digital berupa jaringan BRILink Agen dan pengenalan aplikasi perbankan BRImo.
Melalui pendekatan literasi keuangan yang konsisten, pola pikir masyarakat dalam mengelola uang hasil panen dan tangkapan laut mulai bergeser dari cara tradisional menuju sistem perbankan yang aman.
Edukasi langsung diberikan agar warga memindahkan simpanan tunai mereka dari tempat yang berisiko rusak ke dalam rekening tabungan resmi.
Masuknya fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI menjadi titik balik percepatan ekonomi di Pulau Kelang. Nelayan lokal yang sebelumnya hanya mengandalkan armada dan mesin berkapasitas kecil kini telah mampu melakukan pembaruan peralatan tangkap.
Dengan mesin baru berdaya jelajah lebih jauh, nelayan dan petani dapat membawa komoditas unggulan seperti ikan, jahe, kunyit, serta minyak kayu putih langsung ke pasar utama di Kota Ambon.
Baca Juga: Ratusan Guru di Jawa Timur Belajar AI dan Literasi Keuangan, Siap Hadapi Era Digital
Langkah ini sukses memotong rantai distribusi yang selama ini didominasi oleh tengkulak, sehingga para produsen lokal bisa mengantongi harga jual yang jauh lebih tinggi dan proporsional.
Selain mendorong peningkatan pendapatan sektor usaha mikro, keberadaan dana permodalan yang terjangkau turut membawa dampak ganda pada sektor sosial dan pendidikan keluarga.
Stabilitas arus kas rumah tangga memungkinkan para orang tua di pelosok desa untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga ke jenjang yang lebih tinggi maupun memfasilitasi kebutuhan seleksi karier, seperti berhasilnya puluhan pemuda setempat menembus seleksi penerimaan prajurit TNI.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa strategi pendekatan yang berfokus pada kedekatan lokal merupakan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh penjuru Indonesia.
“Kisah Asti Alimin menjadi cerminan semangat para Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan alam, BRI membuktikan bahwa selain membuka akses terhadap layanan perbankan, inklusi keuangan juga menghadirkan harapan, mendorong kemandirian, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” tegas Dhanny.
Pola pendampingan berkelanjutan yang diterapkan BRI diharapkan dapat terus memicu kemandirian finansial dan meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat kepulauan di Maluku secara jangka panjang.
Tag
Berita Terkait
-
BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Bisnis
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen
-
Bebas Telat Bayar dan Denda, BRI Hadirkan Fitur Tagihan Terjadwal di Aplikasi BRImo
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump
-
BRI Dukung Transformasi PMI di Taiwan Menjadi Wirausaha Produktif
-
BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri
-
Temui DPR, 18 Konfederasi Buruh Serahkan Bundelan Draf RUU Ketenagakerjaan Hasil Konsolidasi
-
Dari Pekerja Migran ke Pengusaha, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Bisnis
-
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp 1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
BRI Cetak Wirausaha Baru, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Bisnis
-
Subservience Malam Ini di Trans TV: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Obsesi Mematikan
-
Siapa Pejabat Pusat yang Resmikan Pacu Jalur 2026? Ini Kata Plt Bupati Kuansing