Bri / News
Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB
Ilustrasi BRImo [BRI]
Baca 10 detik
  • BRI berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dan Indomaret Group untuk memberikan fasilitas pembiayaan kewirausahaan bagi aparatur sipil negara yang memasuki masa purnabakti.
  • Rangkaian program kolaborasi tersebut mencakup workshop Toko Mandiri Indogrosir, peresmian gerai Point Coffee, serta pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah.
  • Dukungan finansial dari perbankan ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi pensiunan sekaligus memperluas jaringan distribusi produk lokal di pasar modern.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem perdagangan nasional yang inklusif.

Terbaru, BRI berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Indomaret Group untuk mendorong kewirausahaan bagi para ASN yang memasuki masa purnabakti melalui program Toko Mandiri Indogrosir (TMI).

Dukungan pembiayaan dari BRI menjadi pilar utama yang mempermudah para calon pensiunan Kemendag untuk memiliki usaha ritel sendiri tanpa harus membangun bisnis dari nol.

Rangkaian kegiatan ini ditandai dengan penyelenggaraan workshop TMI, peluncuran gerai Point Coffee di lingkungan Kemendag, serta peresmian pemasaran produk UMKM Pilihan Budi Santoso (Busan).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Isy Karim.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengapresiasi tinggi peran BRI dalam memfasilitasi akses permodalan bagi para purnabakti. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan kepastian dan kemudahan nyata bagi para pensiunan yang ingin tetap mandiri secara ekonomi.

"Program Toko Mandiri Indogrosir memberikan kemudahan bagi para calon purnabakti untuk memulai usaha ritel. Peserta tidak perlu membangun usaha dari nol karena sistem operasional hingga pendampingan telah dipersiapkan oleh Indomaret Group. Dukungan pembiayaan dari BRI menjadi nilai tambah agar masyarakat semakin mudah mewujudkan rencana usahanya," kata Budi Santoso.

Budi menambahkan, kombinasi antara waktu dan pengalaman para purnabakti dengan dukungan pembiayaan BRI serta sistem ritel teruji dari Indomaret Group merupakan modal berharga untuk melahirkan wirausahawan baru. Selain itu, para purnabakti juga didorong untuk memanfaatkan program UMKM Bisa Ekspor dari Kemendag sebagai agregator produk lokal.

Kehadiran BRI dalam kemitraan strategis ini tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas kredit bagi pensiunan, tetapi juga memperluas rantai pasok dan daya saing produk UMKM di pasar modern.

Baca Juga: Nggak Perlu Repot Bawa Cash, Fitur Andalan BRI Ini Bikin Belanja Jadi Kilat

CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan, menyampaikan bahwa kolaborasi tiga pihak bersama BRI ini menjadi jawaban konkret atas kebingungan yang sering dialami pekerja menjelang masa pensiun.

"Melalui kolaborasi ini, pertanyaan 'setelah pensiun mau apa?' dijawab dengan sebuah peluang nyata, yaitu berwirausaha. Kami mengapresiasi inisiatif Kementerian Perdagangan dan dukungan BRI yang mendorong para peserta purnabakti untuk tetap produktif," ujar Sinarman.

Hingga saat ini, ekosistem ritel Indomaret Group telah menaungi lebih dari 2.356 warung modern TMI, bermitra dengan 1.200 pemasok UMKM, serta merangkul ratusan ribu mitra warung dan UMKM kuliner di seluruh Indonesia.

Melalui integrasi layanan keuangan dari BRI dan jaringan distribusi yang luas, keterlibatan perbankan ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi, membuka peluang kerja baru, serta menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dari tingkat akar rumput.

Load More