- BRI bersama KJRI Hong Kong memfasilitasi tiga UMKM binaan dalam ajang GMBPF 2026 di Macao pada 6-9 Agustus 2026.
- Delegasi UMKM Indonesia memperkenalkan produk makanan sehat serta herbal alami kepada puluhan ribu pengunjung pameran internasional tersebut.
- Ketiga UMKM binaan BRI sukses mencatatkan penjualan ritel dan potensi kontrak transaksi wholesale senilai Rp18,2 miliar.
Suara.com - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selalu menjadi tulang punggung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah arus perdagangan lintas batas yang semakin tidak berjarak, ekspansi menuju pasar global bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis bagi pelaku usaha lokal.
Guna meningkatkan daya saing serta memperluas penetrasi produk karya anak bangsa di kancah mancanegara, berbagai langkah afirmasi dan dukungan konkret terus didorong oleh ekosistem perbankan dan pemerintah.
Salah satu wujud nyata dari dorongan tersebut datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Menjalin sinergi strategis dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, BRI memfasilitasi keberangkatan sejumlah UMKM binaan unggulannya untuk berpartisipasi langsung dalam ajang bergengsi Guangdong & Macao Branded Products Fair (GMBPF) 2026.
Pameran dagang berskala internasional ini diselenggarakan di Cotai Expo, Venetian Hotel, Macao, dan berlangsung mulai tanggal 6 hingga 9 Agustus 2026.
Dalam pameran tersebut, delegasi Indonesia diperkuat oleh kehadiran 20 UMKM, di mana tiga di antaranya merupakan mitra binaan istimewa dari BRI, yaitu Sanfood Brilian, Osadha Nusantara, dan Six Scents.
Ketiga merek lokal ini bertugas memperkenalkan kekayaan dan inovasi produk Tanah Air kepada puluhan ribu pengunjung umum serta delegasi pembeli (buyer) profesional dari berbagai belahan dunia.
Kehadiran Paviliun Indonesia di kawasan Cotai Expo ini dibuka secara resmi oleh Acting Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong dan Macao, Fithonatul Mar'ati. Turut hadir mendampingi pembukaan pameran tersebut adalah Chief Representative BRI Hong Kong, Mochamad Reza Pradestama, bersama dengan Chairman INACHAM Makau, Wong Pan Seng, yang memberikan dukungan penuh terhadap penetrasi merek-merek Indonesia ke wilayah Guangdong dan Macao.
GMBPF sendiri diakui sebagai salah satu agenda pameran dagang tahunan paling krusial di kawasan tersebut, yang diinisiasi oleh Commerce and Investment Promotion Institute (IPIM) Macao bekerja sama dengan Department of Commerce of Guangdong Province, China.
Memasuki edisi penyelenggaraannya yang ke-18 di tahun 2026 ini, GMBPF mencatatkan rekor partisipasi yang luar biasa dengan menarik kedatangan lebih dari 90.000 pengunjung dan melibatkan 459 eksibitor berskala global.
Baca Juga: ESDM Uji Coba CNG untuk UMKM, Siapkan Puluhan Ribu Tabung
Tahun ini, GMBPF secara khusus menyoroti beberapa sektor industri yang tengah bertumbuh pesat, yakni produk kesehatan dan wellness, pangan sehat bernutrisi, produk kebutuhan sehari-hari yang ramah terhadap kelompok lansia, barang bernuansa gaya hidup berkelanjutan, hingga teknologi smart care dan home wellness.
Tema besar ini sejalan dengan karakteristik tiga lini produk UMKM binaan BRI yang diberangkatkan. Osadha Nusantara hadir menawarkan keunggulan lini minuman herbal alami, Sanfood Brilian Indonesia unjuk gigi melalui lini makanan dan camilan sehat fungsional, sementara Six Scents membawa ragam produk natural healthcare & wellness yang berbahan dasar kekayaan alam Indonesia.
Langkah agresif dalam membawa produk-produk ini ke pasar Asia Timur terbukti bukan sekadar ajang unjuk pamer. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa upaya ini dirancang untuk mendongkrak visibilitas produk lokal di mata konsumen internasional sekaligus membuka jejaring distribusi baru bagi UMKM binaan untuk secara konsisten meningkatkan kelas bisnis mereka.
“Kami melihat antusiasme yang baik dari pengunjung maupun buyer selama pameran, yang diharapkan dapat membuka peluang pasar dan transaksi yang lebih luas bagi UMKM binaan BRI dalam meningkatkan volume transaksi ekspor dari Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa kualitas produk lokal Indonesia mampu memenuhi standar dan selera pasar global,” ujarnya.
Capaian selama pameran GMBPF 2026 membuktikan tingginya minat pasar luar negeri terhadap kualitas produk Indonesia. Dalam kurun waktu penyelenggaraan yang terbilang singkat, ketiga UMKM binaan tersebut sukses membukukan volume transaksi penjualan ritel (direct selling) mencapai lebih dari MOP 23.000 atau setara dengan Rp50 juta. Transaksi tersebut didapat langsung dari 186 pembeli.
Di luar angka penjualan ritel tersebut, nilai strategis sebenarnya terletak pada prospek pasar wholesale (partai besar). Para pelaku usaha lokal ini sukses mencatatkan potensi kontrak transaksi dengan nilai fantastis, menembus MOP 8,25 juta atau sekitar Rp18,2 miliar. Kesepakatan prospektif ini melibatkan 13 calon pembeli korporasi yang memiliki fokus bisnis di sektor distribusi, industri hospitality, serta jaringan rantai pasok makanan dan minuman, yang diproyeksikan akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Manfaat ganda dari pameran internasional ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha. Eka Risky Septiani, selaku produsen dan pemilik merek Sanfood Brilian Indonesia yang berbasis di Tangerang, Banten, mengakui bahwa GMBPF 2026 telah membuka cakrawala dan pemahaman baru mengenai dinamika pasar global, sekaligus memberikan akses pertemuan tatap muka secara langsung dengan calon distributor dan mitra strategis.
“Bagi Sanfood Indonesia, kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk terus memperluas pasar dan membawa produk pangan Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional. Selama kegiatan, kami juga membangun relasi dengan beberapa pelaku usaha dari bidang pendukung seperti kemasan, percetakan, desain, periklanan, dan branding. Relasi ini dapat menjadi peluang kolaborasi di kemudian hari, terutama dalam mendukung pengembangan produk dan kemasan Sanfood untuk pasar ekspor” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?