Bri / News
Senin, 31 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Gedung BRI. (Dok: Bank BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatatkan penurunan rasio NPL ke level 2,9 persen pada akhir triwulan II 2026 di Jakarta.
  • Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, menyatakan perbaikan kredit ini merupakan hasil dari penerapan strategi pengelolaan risiko yang ketat.
  • Keberhasilan tersebut didukung oleh strategi pertumbuhan selektif serta jaringan operasional luas yang memperkuat ketahanan bisnis penyaluran kredit UMKM.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil membuktikan bahwa ekspansi pembiayaan pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat berjalan seiring dengan kualitas aset yang sehat dan terjaga. Memasuki akhir triwulan II 2026, perseroan mencatatkan perbaikan signifikan pada rasio Non-Performing Loan (NPL) yang turun hingga ke level 2,9 persen.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, menyampaikan bahwa perbaikan indikator kualitas kredit ini membuktikan efektivitas berbagai strategi pengelolaan risiko yang telah diimplementasikan oleh perseroan secara ketat selama satu tahun terakhir.

"Dengan demikian, fungsi risk management secara utuh diharapkan semakin efektif dalam mengawal pertumbuhan," ujar Ety Yuniarti dalam penjelasannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Strategi Selective Growth dan Penurunan Cost of Credit

Langkah optimasi kualitas aset BRI dicapai melalui penerapan strategi selective growth. Pendekatan ini mencakup penyempurnaan alur pipa pembiayaan (pipeline), penguatan sistem peringatan dini (early warning system), hingga penataan fungsi penagihan dan penyelamatan kredit (collection and recovery).

Efektivitas langkah mitigasi risiko ini tecermin pada sejumlah indikator keuangan utama perseroan:

  • Rasio Loan at Risk (LAR): Melandai dari level 9,6 persen pada posisi akhir Desember 2025 menjadi 9,1 persen pada akhir triwulan II 2026. Penurunan ini menandakan semakin membaiknya kualitas penyaluran kredit baru.
  • Cost of Credit (CoC): Berhasil ditekan secara bertahap dari posisi 3,4 persen pada akhir tahun 2025 menjadi 3,1 persen pada triwulan II 2026.

Jaringan Luas Menopang Daya Tahan Bisnis

Ety menambahkan bahwa sebaran jaringan operasional BRI yang luas hingga ke pelosok daerah turut mendukung kemampuan perseroan dalam mendiversifikasi risiko portofolio.

Hal ini membuat BRI memiliki daya tahan (resilience) yang lebih baik dalam menghadapi dinamika kondisi perekonomian nasional maupun global.

Baca Juga: Beli Merchandise National Geographic Dapat Diskon 10% Pakai BRI, Klaim di Sini

Terjaganya kualitas aset di tengah ekspansi kredit senilai Rp1.235,4 triliun ke segmen UMKM membuktikan bahwa model bisnis ekonomi kerakyatan dapat dikelola secara prudent.

Bagi BRI, segmen UMKM tidak hanya berfungsi sebagai mandat inklusi keuangan, melainkan juga bertindak sebagai fondasi utama penopang stabilitas dan keberlanjutan kinerja keuangan perseroan.

Load More