Raih Rp1.580 Triliun, BRI Buktikan Dominasi Lewat Pertumbuhan DPK yang Solid

Rabu, 09 September 2026 | 19:39 WIB
BRI. (Dok: BRI)
  • BRI membukukan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp1.580,7 triliun dengan kenaikan rasio CASA menjadi 67,6% pada Triwulan II 2026.
  • Direktur BRI Aquarius Rudianto memaparkan kinerja keuangan tersebut di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Pertumbuhan dana murah didorong oleh akselerasi aplikasi BRImo serta peningkatan kinerja jaringan Agen BRILink secara signifikan.

Suara.com - Kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga akhir Triwulan II 2026, perseroan berhasil membukukan DPK sebesar Rp1.580,7 triliun, naik 6,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1.482,1 triliun.

Peningkatan ini diiringi kenaikan rasio dana murah (Current Account Savings Account/CASA) dari 65,5% menjadi 67,6%, yang makin memperkokoh struktur pendanaan perseroan.

Capaian tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Senin (31/8/2026).

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran direksi perseroan, yakni Direktur Utama Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy Achmad Royadi, serta Direktur Manajemen Risiko Ety Yuniarti.

Dalam pemaparannya, Aquarius menggarisbawahi bahwa strategi penguatan funding franchise dilakukan melalui peningkatan relevansi BRI pada aktivitas transaksi harian masyarakat.

"Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” kata Aquarius.

Akselerasi kanal digital dan jaringan agen menjadi penopang utama pertumbuhan dana murah. Hingga akhir kuartal kedua 2026, aplikasi superapp BRImo mencatatkan pengguna aktif mencapai 22,3 juta orang dengan akumulasi 3,3 miliar transaksi finansial dan total volume transaksi menembus Rp4.166 triliun.

Di sisi lain, jaringan Agen BRILink turut mencatatkan lonjakan penghimpunan CASA sebesar 28,6% yoy menjadi Rp30,7 triliun, serta menyumbang pendapatan berbasis komisi (fee-based income) senilai Rp915,7 miliar atau tumbuh 16,3%.

BRI juga memperluas jangkauan layanannya hingga ke mancanegara, salah satunya lewat peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026. Sejak pertama kali dikenalkan (soft launching) pada 22 Maret 2026, fitur ini telah menggaet lebih dari 1.460 pengguna.

Layanan ini beroperasi 24/7 dan dilengkapi berbagai fitur perbankan seperti pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran via QRIS dan kode billing MPN, riwayat transaksi, hingga konversi mata uang asing USD ke NTD.

Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus mengintegrasikan ekosistem digitalnya—mulai dari BRImo, merchant, QRIS, Agen BRILink, payroll, hingga transaction banking—guna mengukuhkan posisi BRI sebagai bank transaksi utama (primary transaction bank) di seluruh segmen.

"Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI. Inilah yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat pula kemampuan kami membangun dana murah secara organik,” tutup Aquarius.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com