- Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi harga logam mulia pekan depan berkisar Rp2.450.000 hingga Rp2.750.000 per gram.
- Harga emas dunia pada periode yang sama diperkirakan berada dalam rentang 4.102 hingga 4.650 dolar AS per troy ounce.
- Ketegangan geopolitik global yang masih memanas menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas tersebut.
Suara.com - Harga logam mulia diramai akan berada dalam rentang Rp2.450.000 hingga Rp 2.750.000 juta per gram pada pekan depan. Pada pekan kemarin harga logam mulia pada perdagangan terakhir ditutup di level Rp2.611.000 per gram.
"Kalau seandainya terkoreksi kemungkinan besar support pertama di Rp2.590.000 per gram. Apabila terkoreksi kembali, support keduanya itu di Rp2.450.000 per gram," ujar Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Minggu (13/9/2026).
Ibrahim melanjutkan, apabila harga emas dunia menguat, harga logam mulia diperkirakan menghadapi resistance pertama di Rp2.631.000 per gram.
Penguatan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju resistance kedua di Rp2.750.000 per gram.
"Jadi logam mulia dalam pekan depan itu kemungkinan ditransaksikan di Rp2.450.000 per gram sampai Rp2.750.000 per gram," katanya.
Sementara, harga emas dunia pada perdagangan terakhir ditutup di level 4.348 dolar AS per troy ounce.
Jika terkoreksi, support pertama harga emas dunia berada di 4.245 dolar AS per troy ons. Sedangkan, support berikutnya berada di 4.102 dolar AS per troy ons.
"Dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan ditransaksikan di 4.102 dolar AS sampai 4.650 dolar AS per troy ounce," kata Ibrahim.
Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah perkembangan geopolitik global. Pasalnya ketegangan geopolitik masih menjadi sentimen penting bagi pergerakan harga emas.
"Yang memengaruhi ada beberapa faktor. Geopolitik ini memang cukup memanas sekarang," tegasnya.