SuaraCianjur.id,- Sebentar lagi HUT Kemerdekaan RI ke-77 segera berlangsung. Secara otomatis jiwa kebanggan terhadap tanah ibu pertiwi akan menggelora di seluruh penjuru negeri ini.
Banyak cara mengungkapkan dan meningkakan rasa cinta terhadap tanah air setelah Indonesia merdeka terlepas dari penjaja dahulu.
Generasi muda harus membangun gelora semangat Indonesia agar bisa mengenang jasa jasa pahlawan-pahlawan kemerdekaan. Salah satu caranya bisa dengan menonton film-film yang bertemakan Kemerdekaan Indonesia.
Inilah beberapa judul film yang bisa ditonton untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke 77.
1. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)
Film ini dirilis pada 11 Desember 2013 dan menjadi yang paling cocok untuk ditonton pada 17 Agustus. Pasalnya, film yang dibintangi Ario Bayu ini menceritakan tentang presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Film ini mengisahkan pria bernama Kusno yang sejak kecil sering sakit-sakitan hingga kedua orang tuanya mengganti namanya dengan Soekarno. Nama ini menjadi salah satu kenangan dan sejarah Indonesia.
Dalam film ini, kamu akan melihat Soekarno tampil dengan pidato-pidatonya yang penuh semangat. Film ini terbilang begitu rinci, mulai dari peristiwa pengasingan Soekarno hingga detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia.
2. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)
Baca Juga: Pesan 'Galak' Ganjar ke Kepala Desa: Hentikan Jual Beli Jabatan hingga Atur Proyek
Film tahun 2018 yang berjudul Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta ini menceritakan Sultan Agung (juga diperankan Ario Bayu). Ia merupakan pria gagah yang ambisius. Ia berani menentang VOC dengan menyerangnya langsung di Batavia.
Tak hanya itu, Sultan Agung juga harus mengemban tanggung jawab besar untuk menyatukan para adipati di tanah Jawa yang sebelumnya terpecah belah karena ulah VOC.
Di samping totalitas perjuangannya dalam mempertahankan tanah air, Sultan Agung rela mengorbankan cinta sejatinya, Lembayung (Putri Marino). Hal ini membuatnya terpaksa menikahi wanita ningrat yang memang tidak sesuai pilihan hatinya.
3. Pasukan Berani Mati (1983)
Di tahun 1983, Imam Tantowi pernah menggarap film tentang perjuangan rakyat Indonesia bertajuk Pasukan Berani Mati. Film ini menceritakan orang-orang yang rela mengorbankan dirinya untuk melawan penjajah.
Kisah dari film ini diawali Kapten Bondan (Dicky Zulkarnaen), seorang pemimpin batalion yang harus gugur ketika melawan Belanda. Kala itu, pasukannya hanya tersisa enam orang. Mereka yang tersisa ini membentuk pasukan berani mati dan berhasil menyerang markas Belanda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Harga Minyak Melonjak 20 Persen Sepanjang Juli
-
Penjualan MARK Naik 50%, Kenaikan Biaya Produksi Mulai Tekan Margin
-
6 Sabun Cuci Muka Niacinamide yang Mencerahkan, Wajah Kusam Jadi Glowing Sesuai Review
-
Siapa Setya Budi Dias Oktavianto? Staf KPK yang Terlibat Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
-
Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas
-
Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?
-
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
-
6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK