- MARK raup laba Rp183,9 miliar, naik 40,1% pada semester I-2026.
- Margin laba kotor turun ke 45,3% akibat biaya produksi meningkat.
- Permintaan global kuat, tetapi tekanan biaya mulai menggerus profit.
Suara.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) masih mencetak pertumbuhan kinerja yang impresif sepanjang semester I-2026. Namun, di balik lonjakan penjualan dan laba bersih, perusahaan mulai menghadapi tekanan dari kenaikan biaya produksi yang menggerus margin keuntungan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, produsen cetakan sarung tangan terbesar di dunia itu membukukan penjualan bersih sebesar Rp572,20 miliar atau melonjak 50,3% dibandingkan Rp380,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan pendapatan tersebut turut mengerek laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp183,92 miliar, naik 40,1% secara tahunan dari Rp131,29 miliar. Laba usaha juga meningkat 35,1% menjadi Rp218,24 miliar, sementara laba sebelum pajak tumbuh 42,3% menjadi Rp238,80 miliar.
Meski demikian, pertumbuhan laba belum sepenuhnya mencerminkan kondisi operasional yang tanpa tekanan. Kenaikan harga pokok penjualan tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan sehingga margin laba kotor turun cukup tajam menjadi 45,3% pada semester I-2026, dari 51,2% pada periode yang sama tahun lalu.
Penyusutan margin tersebut menunjukkan biaya produksi mulai menggerus ruang keuntungan perusahaan, meskipun permintaan pasar global terhadap produk MARK masih meningkat.
Pada kuartal II-2026, perseroan memang mencatat akselerasi pertumbuhan. Penjualan bersih April–Juni mencapai Rp321,36 miliar atau melonjak 80,8% dibandingkan kuartal II-2025. Sementara laba bersih naik 64% menjadi Rp100,49 miliar.
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh mengatakan peningkatan kinerja tersebut didorong oleh tingginya permintaan pasar global dan strategi operasional yang dijalankan perseroan.
"Kami bersyukur dapat membukukan pertumbuhan yang kuat sepanjang semester pertama 2026. Lebih menggembirakan lagi, akselerasi kinerja pada kuartal kedua menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk Perseroan terus meningkat. Fokus kami ke depan adalah menjaga momentum tersebut melalui peningkatan kapasitas produksi, efisiensi operasional, inovasi produk, serta pelayanan terbaik kepada pelanggan di berbagai negara," ujar Ridwan dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Di tengah tekanan biaya, perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas melalui pengendalian beban operasional. Beban penjualan serta beban umum dan administrasi tumbuh lebih rendah dibandingkan kenaikan pendapatan sehingga margin laba usaha tetap berada di level 38,1%.
Baca Juga: Permata Bank Cetak Laba Bersih Tumbuh 4,5 Persen pada Semester I-2026, Kredit Naik Jadi Rp171,2 T
Selain itu, peningkatan pendapatan lain-lain turut menopang kenaikan laba sebelum pajak sehingga kualitas laba dinilai masih terjaga.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan MARK juga relatif kuat. Total aset meningkat menjadi Rp1,02 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp894,63 miliar. Sementara itu, total liabilitas tetap rendah di level Rp129,89 miliar sehingga struktur permodalan perusahaan masih tergolong konservatif.
Ridwan menilai fundamental keuangan yang sehat akan menjadi modal utama untuk melanjutkan ekspansi bisnis di tengah tingginya permintaan pasar. Namun, tantangan menjaga margin keuntungan di tengah kenaikan biaya produksi diperkirakan tetap menjadi pekerjaan rumah perseroan pada sisa tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Penjualan MARK Naik 50%, Kenaikan Biaya Produksi Mulai Tekan Margin
-
6 Sabun Cuci Muka Niacinamide yang Mencerahkan, Wajah Kusam Jadi Glowing Sesuai Review
-
Siapa Setya Budi Dias Oktavianto? Staf KPK yang Terlibat Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
-
Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas
-
Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?
-
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
-
6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK
-
Polisi Tutup Kasus Kim Soo Hyun, Tuduhan Eksploitasi Anak Tak Terbukti