/
Senin, 15 Agustus 2022 | 14:46 WIB
Tangkapan layar ibu-ibu pencuri cokelat yang viral. (Twitter/@ex_Lolina) (Foto Istimewa)

SuaraCianjur.Id,- Viral di media sosial seorang wanita kaya diduga mencuri cokelat dari salah satu minimarket Alfamart. Setelah dikejar oleh pegawai minimarket wanita tersebut tak terima dan balik mengancam untuk menuntut dengan UU ITE.

Publik dibuat geram oleh kelakuannya hingga banyak yang menyebut kalau wanita tersebut memiliki kelainan yang disebut dengan klepto.

Lalu apa itu Klepto?

Arti Kleptomania adalah sebuah gangguan jiwa dimana penderitanya memiliki keinginan untuk mencuri sesuatu. Seseorang yang menderita kleptomania biasanya mencuri barang yang sebenarnya tidak berharga bahkan bukan barang yang mereka butuhkan.

Setelah mencuri biasanya penderita akan membuang barang hasil curiannya atau bahkan mengembalikannya.

Melansir dari medical news today, walaupun saat melakukan pencurian penderita merasakan perasaan yang menggebu-gebu, tapi setelahnya penderita akan dipenuhi oleh rasa bersalah dan malu.

Sehingga banyak penderita yang menyembunyikan penyakitnya dari keluarga.

Masih dilansir dari medical news today, kalau kleptomania sendiri merupakan gangguan jiwa yang sangat langka. Disebutkan hanya 0,3%-0,6% dari populasi yang mengidap gangguan ini.

Kebanyakan penderita kleptomania merupakan perempuan, hal ini berlainan dengan penderita impulse control disorder yang lain yang biasanya lebih didominasi oleh pria.

Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon Akan Bentuk Formasi Angka 77 di Atas Istana Negara

Impulse control disorder adalah gangguan dimana penderitanya tidak bisa melawan dorongan, godaan dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang membahayakan bagi orang lain.

Ada beberapa gejala yang dialami oleh penderita kleptomania yang dilansir dari Mayo Clinic:

1.       Tidak bisa melawan keinginan yang besar untuk mencuri barang yang tidak diperlukan.

2.       Merasakan tekanan, kecemasan dan gairah yang menjurus kepada keinginan mencuri.

3.       Merasakan kenikmatan, kelegaan, atau kepuasan saat mencuri.

4.       Merasakan rasa bersalah, penyesalan, membenci diri sendiri, malu dan takut ditangkap setelah mencuri.

5.       Sering merasakan Kembali desakan secara terus menerus untuk mencuri.

Secara pastinya Kleptomania belum dapat diketahui apa penyebabnya. Namun beberapa peneliti menyebutkan ada kemungkinan penderita memiliki ketidakseimbangan di dalam neurotransmitter (senyawa kimia) serotonin dan dopamine.

Senyawa serotonin berperan untuk mengatur suara hati sedangkan dopamin berperan untuk mengendalikan emosi. Penderita kleptomania bisa diturunkan dari anggota keluarga yang memang memiliki diagnosa kleptomania, obsessive-compulsive disorder (OCD), atau pecandu alkohol.

Memiliki gangguan kesehatan mental lain seperti depresi, axiety disorder, gangguan makan atau gangguan kepribadian bisa meningkatkan resiko melakukan kleptomania.

Masih belum ada pengobatan yang spesifik untuk penderita  kleptomania, dokter biasanya melakukan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan seperti pemberian serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) untuk meningkatkan kadar serotonin di dalam tubuh.

Load More