SuaraCianjur.Id,- Pemimpin lembaga survei Cyrus Network Hasan Nasbi menuturkan musibah meninggalnya Emmeril Kahn Mumtadz di Sungai Aere, Swiss, pamda bulan Juni 2022 melambungkan elektabilitas dan popularitas dari seorang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"Publikasinya hebat, tayangan dan kontennya menyentuh. Simpati mengalir ke Ridwan Kamil. Pertanyaannya, apakah fenomena "badai" ini akan permanen di dua digit atau temporer saja karena masyarakat masih ikut berduka," kata Hasan Nasbi dalam keterangan tertulis, Senin (15/8/2022).
Dalam Youtube berjudul "Badai Ridwan Kamil," Hasan menuturkan pada Juli 2022 di tengah melambatnya kenaikan elektabilitas para tokoh, pria yang akrab disapa Kang Emil ini justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan karena paling tinggi.
"Meningkatnya eksponensial, bukan peningkatan yang biasa dicapai kandidat lainnya, yang mendapatkan itu Ridwan Kamil," kata dia.
Musibah meninggal anak sulungnya, Eril mengalirkan simpati dan empati publik kepada Ridwan Kamil sebagai sosok politik dan tokoh politik.
Ia menilai pemberitaan dan konten yang terkait dengan meninggalnya Eril dan perjuangan Kang Emil mencari Eril mengundang simpati masyarakat yang luar biasa.
Sehingga Hasan menilai, kenaikan ini merupakan berkah positif dari badai yang menerpa Kang Emil dan keluarga saat musibah hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Sungai Aere, Swiss Juni lalu.
"Kenaikan eksponensial baik elektabilitas dan popularitas capres maupun cagub nggak pantas disebut berkah, itu badai positif," katanya.
Ia juga mengatakan hasil survei terbaru Cyrus Network menunjukkan, elektabilitas Gubernur Jabar tersebut mulai merangsek mendekati tiga tokoh, yang menguasai papan atas Capres 2024 yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
Baca Juga: 5 Cara Memakai Henna di Kuku untuk Kaum Pemula, Anti Ribet!
Selain itu, namanya juga makin powerful dalam survei Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024.
Menurut dia dari sisi popularitas, sebelum Juli 2022 angka Ridwan Kamil hanya menyentuh 60 persen, sementara di akhir Juli sigi pihaknya menunjukkan popularitas Ridwan Kamil sudah di atas 80 persen.
"Elektabilitasnya itu satu digit antara 6-7 persen, Maret 2022 itu di angka 7 persen. Akhir Juli elektabilitasnya naik 100 persen menjadi 14 persen, tiba-tiba mendekati Anies Baswedan. Anies 18, Ridwan Kamil 14, beda empat angka saja," tuturnya.
Hasil segi positif juga terlihat dalam survei Cagub Jabar 2024. Menurutnya pada bulan Maret 2022, elektabilitas Kang Emil untuk 10 Cagub Jabar sudah terpantau powerful di angka 54 persen.
Namun pada akhir Juli, angkanya naik 10 persen menjadi 64 persen dan kenaikan 10 poin itu merupakan hal yang luar biasa.
Dia mengatakan di kalangan lembaga survei ada dua kemungkinan atas fenomena ini, pertama elektabilitas dan popularitas Ridwan Kamil akan kembali beringsut ke single digit, kedua angka yang dicapai dalam survei terakhir ini akan bertahan.
"Sekali sudah naik maka akan stay di sana seperti Anies di atas angka dua digit, itu akan kita buktikan apakah badai Ridwan Kamil dalam arti positif ini pada survei September atau Oktober," katanya.
Dari sigi Cyrus Network untuk empat capres yang akan bertarung dalam Pilpres 2024 dengan elektabilitas tertinggi tergambar Ridwan Kamil pada Desember 2021 angkanya berada di 5,3 persen, kemudian Maret 2022 menjadi 7,2 persen dan Juli 2022 sampai di 14 persen.
Di atasnya ada nama Ganjar Pranowo pada Desember 2021 di angka 25 persen, Maret 2022 menjadi 27 persen, kemudian anjlok pada Juli 2022 menjadi 24, 6 persen.
Sementara Prabowo Subianto di Desember 2021 ada di 27,5 persen, Maret 2022 turun ke 27 persen dan pada Juli 2022 turun lagi ke 24,6 persen. Kemudian Anies Baswedan dari Desember 2021 16 persen, pada Maret 2022 turun ke 11,8 persen, dan naik lagi pada Juli 2022 menjadi 18.2 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan