/
Senin, 29 Agustus 2022 | 12:46 WIB
Seorang pria mengalami langsung dan berhubungan dengan oknum aparat kepolisian dalam kasus perjudian, pasal 303 KUH pidana. (Foto Istimewa - Tangkapan Layar Akun Youtube)

SuaraCianjur.id- Sebuah pengakuan yang mengejutkan terlontar dari seorang pria berinsial D yang menyebut lokasi perjudian di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pria berinisial D tersebut menyebut dua lokasi judi yang sangat besar di wilayah tersebut.

Pria berinisial D ini didampingi oleh advokat sekaligus pendiri kantor pengacara LQ Lawfirm, Alvin Lim.

Dalam kanal Youtube Quotient TV yang diunggahp pada tanggal 26 Agustus 2022 kemarin, pria tersebut membeberkan soal lokasi judi yang terletak di Jalan Hasanuddin dan di wilayah Kelurahan Candi.

Bahkan pria tersebut menyebut kalau lokasi perjudian di Semarang itu sangat dekat dengan Akademi Kepolisian atau Akpol Semarang dan kantor Polsek.

“Di Semarang itu ada dua perjudian yang besar itu mesin-mesin ada ratusan mesin kasino. Itu JRS juga yang bikin,” kata D melansir dari akun youtube Quotient TV, seperti dilihat pada hari Senin (29/8/2022).

Bahkan dirinya menyebut kalau lokasi judi terbesar di Jawa Tengah itu diduga ada peran dari AKBP JRS atas nama Ferdy Sambo.

Ia juga mengatakan, jika lokasi judi terbesar di Kota Semarang tak pernah disentuh atau digerebek pihak kepolisian. Padahal jaraknya lokasinya dekat dengan Akpol dan Polsek.

“Di (kelurahan) Candi itu hanya 1.200 meter dari gedung Akpol, lokasi perjudian besar.   mesin-mesin judi ada ratusan itu J semua, iya kenapa tidak ditangkap?,” kata D.

D juga menceritakan, jika pernah ada Polisi yang datang ke lokasi tersebut tak lema kemudian anggota kepolisia tersebut disuruh untuk pulang. Sang pemilik disebut menghubungi seseorang yang diduga AKBP JRS.

Baca Juga: Keputusan MenPAN-RB Ada Penambahan Kuota Formasi CPNS dan PPPK 2022 Terbuka untuk Profesi Ini, Cek Selengkapnya!

“J bilang ‘Pak itu kawasan Ferdy Sambo’, dibilang Kawasan, gila gak? Kawasan artinya wilayah dia. Akhirnya polisi itu pulang,” ungkap pria yang mengenakan kemeja pink tersebut.

Padahal lokasi yang diduga sebagai tempat judi terbesar itu sangat dekat dengan lokasi Akpol dan Polsek setempat.

“Padahal kalau dipikir masak gedung Akpol hanya 1.200 meter dan Polsek hanya 600 meter, masak tidak tahu di situ ada perjudian besar, logikanya gitu loh,” kata dia menambahkan.

Bahkan dirinya menyarankan untuk memeriksa rekening dari AKBP JRS. “Makanya saya bilang kalau mau boleh ndak diperiksa rekening JRS, Ari Cahya dengan si Danang bisa ndak dicek rekeningnya itu,” kata dia.

Namun dirinya memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memberantas pelaku perjudian, semenjak kasus Ferdy Sambo mencuat.

D ingin aparat kepolisian tidak hanya memberantas para pelaku judi yang kecil namun para pelaku judi besar masih bebas berkeliaran.

“Jangan ada orang main Rp100 perak main koin ditangkap, mau cari prestasi? Coba lihat sekarang di daerah yang ditangkap itu kan receh,” kata dia.

Bahkan dirinya memberi tantangan kepada aparat kepolisian untuk membongkar praktik perjudian besar yang ada di Kota Semarang tersebut. Bahkan Ia menyebut penghasilan lokasi judi tersebut sangatlah besar.

“Satu malam menghasilkan tiga miliar sampai empat miliar, kenapa tidak ditangkap itu?,” kata D.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri memberikan perintah dan mengancam akan mencopot Kapolres, Kapolda, dan Jenderal yang turut terlibat dalam praktek perjudian.

“Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya (bekingi judi), saya copot. Saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda, saya copot,” tegas Kapolri.

Kapolri bahkan secara tegas tak akan segan-segan mencopot pejabat Polri yang terbukti terbukti dalam judi online. “Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga,” tegas Kapolri.

Sumber: Youtube

Load More