SuaraCianjur.id- Cianjur masuk dalam kategori znna merah bencana yang ada di Jawa Barat. Masyarakat sekitar diminta selalu waspada dengan kondisi curah hujan yang sedang tinggi sekarang.
Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG soal cuaca ekstrim yang akan melanda sebagaian besar wilayah di Kabupaten Cianjur, harus diantisipasi.
Dirinya menyebut cuaca ekstrim diprediksi melanda Cianjur mulai dari utara hingga selatan. Ini berpotensi terjadi hujan lebat dengan intenstas tinggi selama beberapa
dari BMKG cuaca ekstrem akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga selatan. Situasi ini menurut Rudi berpotensi terhadap hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ke depan.
“Tercatat selama beberapa hari terakhir hujan deras dengan intensitas lebih dari dua jam saat malam, menyebabkan lima kecamatan di Cianjur dilanda bencana alam seperti banjir, longsor dan puting beliung, tidak ada korban jiwa namun puluhan kepala keluarga mengungsi,” kata Rudi, Sabtu (10/9/2022).
Kemudian Rudi menjelaskan, penanganan bencana alam sedang dilakukan di sejumlah kecamatan yang ada di wilayah Cianjur. Termasuk membuka kembali jalan penghubung antar desa yang terputus, akibat tertutup material longsor.
Beberapa rumah milk warga yang rusak akan segera dibenahi, akibat diterjang oleh putting beliung.
“Kita upayakan penanganan cepat bencana alam dapat tuntas dalam pekan ini,” katanya.
Dengan tingginya curah hujan terutama di wilayah selatan Cianjur, pihaknya memberikan imbauan kepada seluruh nelayan untuk tidak melaut sementara waktu. Tak hanya itu wisatawan juga diminta untuk tidak di pinggir pantai, karena gelombang laut yang masih tinggi.
“Imbauan untuk seluruh warga Cianjur terutama yang tinggal di rawan bencana dan pinggir pantai, segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
-
Apakah Ada Parfum Scarlett di Indomaret? Ini 5 Varian yang Bisa Ditemukan
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Musisi Indonesia hingga Mancanegara Bakal Manggung di Axean Festival 2026, Intip Line Up-nya!
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain