/
Sabtu, 10 September 2022 | 09:36 WIB
Longsor dan pergeseran tanah yang terjadi Kabupaten Cianjur (Foto Veronika - cianjur.sura.com)

SuaraCianjur.id-  Cianjur masuk dalam kategori znna merah bencana yang ada di Jawa Barat. Masyarakat sekitar diminta selalu waspada dengan kondisi curah hujan yang sedang tinggi sekarang.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG soal cuaca ekstrim yang akan melanda sebagaian besar wilayah di Kabupaten Cianjur, harus diantisipasi.

Dirinya menyebut cuaca ekstrim diprediksi melanda Cianjur mulai dari utara hingga selatan. Ini berpotensi terjadi hujan lebat dengan intenstas tinggi selama beberapa

dari BMKG cuaca ekstrem akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga selatan. Situasi ini menurut Rudi berpotensi terhadap hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ke depan.

“Tercatat selama beberapa hari terakhir hujan deras dengan intensitas lebih dari dua jam saat malam, menyebabkan lima kecamatan di Cianjur dilanda bencana alam seperti banjir, longsor dan puting beliung, tidak ada korban jiwa namun puluhan kepala keluarga mengungsi,” kata Rudi, Sabtu (10/9/2022).

Kemudian Rudi menjelaskan, penanganan bencana alam sedang dilakukan di sejumlah kecamatan yang ada di wilayah Cianjur. Termasuk membuka kembali jalan penghubung antar desa yang terputus, akibat tertutup material longsor.

Beberapa rumah milk warga yang rusak akan segera dibenahi, akibat diterjang oleh putting beliung.

“Kita upayakan penanganan cepat bencana alam dapat tuntas dalam pekan ini,” katanya.

Dengan tingginya curah hujan terutama di wilayah selatan Cianjur, pihaknya memberikan imbauan kepada seluruh nelayan untuk tidak melaut sementara waktu. Tak hanya itu wisatawan juga diminta untuk tidak di pinggir pantai, karena gelombang laut yang masih tinggi.

Baca Juga: Mau Bulu Mata Cantik, Gak Perlu ke Salon Cukup Pakai Biji Buah Resep dr.Zaidul Akbar Bisa Bikin Tumbuh Lebat, Sehat dan Aman

“Imbauan untuk seluruh warga Cianjur terutama yang tinggal di rawan bencana dan pinggir pantai, segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana,” terangnya.

Load More