/
Sabtu, 10 September 2022 | 12:37 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai meninjau Rumah Sehat Kampung Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022). (YouTube Sekretariat Presiden) (Foto Istimewa)

SuaraCianjur.id- Soal peretasan yang dilakukan Bjorka yang mengklaim telah membobol data dokumen rahasia milik negara dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditepis oleh Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

Menurut Heru Budi, tidak ada data apa pun yang diretas seperti yang diklaim oleh Bjorka.

"Tidak ada data isi surat apa pun yang kena hack, tapi upaya menghacker itu sudah melanggar hukum," kata dia, Sabtu (10/9/2022).

Ia pun menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum yang ada untuk bisa diproses dengan sedemikian rupa.

"Saya rasa penegak hukum akan melakukan tindakan hukum dengan cepat," kata dia.

Heru juga mengatakan, bahwa informasi yang menyebut surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi bocor di forum peretas adalah informasi bohong.

“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak,” kata dia.

Seperti yang diberitakn sebelumnya, peretas dengan identitas Bjorka dalam media sosial mengklaim telah meretas dokuemn surat milik Presiden Jokowi termasuk dokumen dari BIN.

Klaim dari Bjorka tersebut kemudian diunggah salah satu akun Twitter bernama "DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence". Lantas postingan tersebut pun viral, dan bahkan sempat menjadi salah satu topik pembahasan terpopuler di akun media sosial Twitter hingga Sabtu (10/9/2022) pagi.

Baca Juga: Gairah Puncak Daisuke Sato Perkuat Lini Belakang Persib, Beckham Putra dan Ricky Kambuya Siap Tarung

Dalam unggahan di akun Twitter itu disebutkan bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirimkan BIN dengan label rahasia telah bocor.

Sumber:Suara.com

Load More